Friendship-Jenal

Friendship-Jenal

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 16, 2026
Jeane dan Alya sudah berteman sejak awal SMP. Lalu saat SMA, mereka punya geng yang selalu bersama-ketawa di kantin, belajar bareng, sampai saling curhat soal hidup. Tapi semuanya berubah ketika Jeane harus pindah sekolah di kelas 11 karena urusan keluarga. Awalnya mereka yakin jarak tidak akan mengubah apa pun. Chat masih ramai, telepon masih sering. Tapi perlahan waktu berjalan, kehidupan baru Jeane dan kehidupan lama Alya mulai berjalan di arah yang berbeda. Pertemanan yang dulu terasa sederhana, sekarang terasa rapuh. Dan Alya mulai bertanya pada dirinya sendiri: "𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘳𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘬𝘦 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘦𝘥𝘢?" kangen jenal.
All Rights Reserved
#7
danellajkt48
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines