Kisah ini terinspirasi dari pengalaman nyataku.
○○○
Aku pikir dengan bersamamu aku merasa bahagia. Tapi ternyata hanya luka yang aku dapat. Kata-kata manis yang selalu kamu berikan tak selaras dengan perlakuan yang kamu tunjukkan. Aku hanya mencintai sendirian dan dalam diam berharap suatu saat kamu bisa memiliki cinta yang setara.
Aku tetap mencintaimu, memberikan yang terbaik, bahkan saat kamu berkali-kali menggores luka, menyakitiku dengan cara yang sama. Aku tidak tahu mengapa aku sama sekali tidak bisa membencimu. Perlahan, rasa sakit itu menyatu, membuatku terbiasa dan terasa manis lama-lama. Aku mungkin sudah gila, atau aku hanya tidak tahu cara meninggalkannya.
○○○
Cinta tak selamanya berbentuk keindahan. Cinta bisa datang dengan wujud yang menyakitkan.
All Rights Reserved