"Mas kala...."
yang dipanggil menoleh pelan, sembari tersenyum menyambut seseorang yang ia cintai. Ia merentangkan tangannya mengisyaratkan untuk segera memeluknya
"Mas kala.... wangi banget sih, ganteng..."
"Kamu gak suka...?"
"Gak suka !"
"Kenapa...?"
"Kalau udah ganteng, wangi gini pasti ditinggal sampe malem... kan aku jadi sendirian..."
"Ahaha... jangan cemberut begitu, mas gak akan lama... cuman sampe jam 12 siang aja kok..."
"Yakin...? ntar tiba-tiba sampe malem..."
"Mas janji sayang... udah jangan cemberut begitu, jelek mas gak suka..."
sang lawan melepas pelukannya dan memicingkan matanya menatap sang suami dengan amarah
"Oh ! gak suka gitu..."
"Ahaha, bukan gitu sayang..."
"udahlah ngambek... sana pergi !"
cup
"Eh ! MAS KALA !"
"Bye bye sayangku... nanti mas pulang kok..."
Kalandra berlari setelah berhasi mengambil kecupan dibibir Nava sang istri. Nava yang merasakan itu tak percaya, ia mengerjap pelan lalu tak lama tertawa merasakan kehangatan sang suami padanya...
Namun tak lama, senyuman itu perlahan pudar ketika ia ingat sesuatu... ia merogoh kantong celananya dan menemukan sebuah benda persegi panjang disana, ia menatap pelan benda itu sembari tersenyum lembut
"Mas kala... apakah kamu bakalan marah jika mengetahui ini...?"
All Rights Reserved