Geri dan Lika adalah dua anak yang tumbuh bersama hingga dewasa. Mereka bertetangga, berkawan, tetapi juga sering bertengkar. Tidak terpisahkan, setidaknya sampai Geri bertunangan, dan tinggal bersama keluarga kekasihnya. Pria itu digadang-gadang menjadi penerus usaha milik keluarga perempuan.
Kemunculan Geri secara mendadak di kedai mie ayam milik ayahnya, menimbulkan tanya. Lika mengira, hanya kunjungan biasa. Namun, keadaan menjadi serius karena ayah Geri tiba-tiba memberinya misi khusus, lengkap dengan imbalan menggiurkan.
Ketika perjanjian disetujui, beberapa hal mulai membias. Yang tadinya tidak ada, menjadi ada. Yang tadinya terlarang, jadi dipertanyakan kembali keabsahannya. Hingga pada satu titik, Geri dan Lika bukan lagi sepasang sahabat yang saling memahami. Sebab, mereka pun tidak mampu menafsirkan perasaan masing-masing.
Setiap deru mesin KRL rute Bogor-Jakarta adalah detak jantung kehidupan Anjani Paramitha yang membosankan. Sehari-harinya, ia bergelut dengan angka rating televisi sebagai divisi Research and Development (R&D) di salah satu stasiun televisi.
Di tengah kelelahan itu, pertanyaan "Kapan nikah?" seperti ancaman yang terus berdengung. Menikah di usia kepala tiga adalah tuntutan, setelah wanita itu menelan berbagai pengkhianatan.
Namun, kebekuan itu diuji saat Anjasmara, seorang jurnalis investigasi yang gigih, masuk ke ruang rapatnya untuk kolaborasi kenaikan rating. Di saat Anjani berusaha menjaga jarak profesional, Anjasmara justru tertarik dengan "tembok" yang dibangun Anjani.
Akankah Anjani harus memilih terus bersembunyi di balik tumpukan skrip dan jadwal siaran, atau akhirnya mengakui bahwa ia bukan takut pada pernikahan, melainkan takut pada pengulangan?
Februari, 2026