DUNIA HALU

DUNIA HALU

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 15, 2026
PROLOG Pagi itu, sekolah terasa seperti biasa-lonceng berdenting, langkah kaki bergegas, dan suara tawa saling bersahutan di koridor. Namun, bagi Yura, hari itu adalah awal dari sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Di balik seragam putih abu-abu yang tampak sederhana, ia menyimpan hati yang pelan-pelan belajar mengenal rasa baru: gugup, berharap, dan diam-diam bahagia. Dixie hadir seperti halaman buku yang tiba-tiba terbuka di tengah cerita hidup Yura. Sikapnya tenang, senyumnya singkat namun membekas, dan caranya memandang dunia seolah menyimpan rahasia yang tak semua orang bisa pahami. Mereka berasal dari dunia yang sama-sekolah yang sama, kelas yang sama-namun berjalan di garis cerita yang berbeda, hingga takdir mempertemukan mereka dalam cara yang sederhana, tapi bermakna. Di antara tugas sekolah, bangku kelas, dan jam istirahat yang singkat, tumbuhlah perasaan yang perlahan mencari bentuk. Ini bukan sekadar kisah cinta remaja, melainkan cerita tentang keberanian mengakui perasaan, tentang persahabatan yang diuji, dan tentang pilihan-pilihan kecil yang mampu mengubah segalanya. Inilah awal dari kisah cinta di sekolah Yura dan Dixie-sebuah cerita tentang dua hati yang belajar memahami arti cinta di usia yang masih rapuh, di tempat di mana segalanya bermula. DUNIA HALU FAMS♥️
All Rights Reserved
#9
tranding
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines