Kanvas Yang Belum Usai

Kanvas Yang Belum Usai

  • WpView
    LETTURE 45
  • WpVote
    Voti 6
  • WpPart
    Parti 4
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mar, gen 20, 2026
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Aku mampu menyelesaikan lukisanku di atas kanvas, tapi aku gagal menyelesaikan kisahku denganmu." ​Di mata orang lain, kamu adalah milik sahabatku. Sebuah fakta yang seharusnya cukup untuk membuatku berbalik dan pergi. Namun, semesta seolah hobi bercanda. Berkali-kali kita terjebak dalam kesengajaan yang tak direncanakan, mulai dari warna baju yang selalu senada secara tak sengaja, hingga momen-momen sunyi di lomba lukis yang hanya kita yang tau. ​Dunia melihatmu mencoba mencintainya. Tapi di tengah keramaian, saat tanganmu menggenggam miliknya, matamu justru selalu 'pulang' padaku. Tatapan tajam yang jujur, tatapan yang tak pernah bisa berpindah, namun sekaligus tatapan yang tak pernah berani memberi kepastian. ​Kita adalah cerita yang dipaksa berhenti sebelum sempat benar-benar dimulai. Berakhir tanpa titik temu, menggantung tanpa akhir yang jelas. ​Lalu, haruskah aku tetap tinggal untuk menanti kanvas ini selesai, atau pergi sebelum hatiku benar-benar hancur menjadi serpihan warna yang memudar? Selamat membaca🌸🕊
Tutti i diritti riservati
#21
secretlove
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti