Get in Bed

Get in Bed

  • WpView
    Reads 3,017
  • WpVote
    Votes 251
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 11, 2026
Apa yang kalian lakukan jika istri kalian berwasiat agar kalian menikahi adik laki-laki nya? Inilah kisah Nara👇 Nara,suaranya lirih, hampir putus oleh napas yang pendek ini permintaan terakhirku. Tolong kabulkan, ya Air mata Nara jatuh tanpa suara. Ia menunduk, tak sanggup menatap wajah yang selama setahun terakhir ia jaga setiap detiknya. Dengan sisa tenaga, Namtan menyatukan tangan Nara dan Phuwin di atas dadanya. Tolong... menikahlah dengan Phuwin kata Namtan perlahan bangun keluarga,Miliki anak-anak yang lucu Jangan biarkan rumah ini kosong. Phuwin menggeleng cepat, air matanya mengalir deras Tidak, Kak... Kakak pasti sembuh. Jangan bicara begitu Namtan tersenyum tipis, lalu menggeleng pelan. Waktu Kakak tidak banyak, sayang. Kamu satu-satunya orang yang Kakak percaya.
All Rights Reserved
#536
pondphuwin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua
  • Hello Mr. Komrad
  • Nala dan Mas Juragan
  • I'm the male lead's wife?
  • Prahara Lamaran [END]
  • A dan Z
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • NANGGALA
  • Kembang Desa
  • Stand by Me

Please, don't plagiat🙅 No no yaa🙎 ••••• "Nak, demi keluarga kita... kamu harus menikahi Tuan Arsen." "APA?! Menikah dengan Bos Papa?! Tidak mau! Papa, ini lelucon, kan?! Aku masih kelas tiga SMA! Aku bahkan sudah punya pacar! Papa tidak bisa melakukan ini padaku!" Virly menolak mentah-mentah. Reaksi Virly sama sekali tidak menggoyahkan Arsen. Ia bangkit dari sofa, menjulang tinggi di atas keluarga yang sedang hancur itu. "Aku tidak peduli kau punya pacar atau masih kelas tiga SMA. Kau punya satu hari untuk memutuskan. Menikah denganku, atau ayahmu masuk penjara dan semua asetmu akan kuserahkan ke bank. Aku hanya butuh ibu untuk kedua anakku." Ucap Arsen dingin dan tegas "Kau tak boleh seenaknya!" Virly berteriak kesal. "Pikirkan baik-baik. Waktu terus berjalan, Nona." Arsen melangkah Pergi. Virly yang berusia 17 Tahun, siswi kelas tiga SMA yang ceria yang masih mendambakan kebebasan, mendadak harus berhadapan dengan takdir pahit yang mengancam keluarganya. Sang ayah, yang terlilit utang besar pada bosnya, Arsen yang berusia 30-an, seorang duda dingin beranak dua, menjadikan Virly sebagai jaminan. Di bawah ancaman penjara dan penyitaan seluruh aset keluarga, Virly terpaksa menerima pinangan sang duda. Ia harus segera menikah dan menjadi ibu bagi dua anak kecil, sekaligus menghadapi Arsen yang selalu bersikap dingin dan tidak peduli pada perasaannya. Mampukah Virly bertahan dalam pernikahan tanpa cinta ini? Dan bisakah ia, yang masih labil, menjadi ibu yang sempurna bagi dua anak yang asing baginya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines