Tujuh Belas [END]

Tujuh Belas [END]

  • WpView
    Reads 14,518
  • WpVote
    Votes 4,004
  • WpPart
    Parts 44
WpMetadataReadComplete Wed, Jun 3, 2026
"Gue gak takut kehilangan dunia. Gue cuma takut kehilangan orang-orang tulus yang bikin gue mau tetap hidup di dalamnya." -Redaffa Abizar Pradipta- "Hidup tuh simpel, Bro! Kalau nggak pisang ya janda. Ketawa aja dulu... urusan isi kepala mah belakangan." -Rendi Haikal Adryano- "Sabar itu ada batasnya. Dan batas sabar gue tiap hari diuji sama tiga manusia aneh kayak mereka." -Aksara Renjana- "Gamon itu seni. Gak semua orang bisa pura-pura move on sambil nunggu orang yang sama tiap hari." -Rayyan Adiputra- Tentang mereka, sekumpulan jiwa retak yang membalut luka dengan tawa, mengira bahwa selama mereka masih bisa bercanda, dunia tidak akan pernah melihat kehancuran di dalamnya. Namun, sebuah garis batas bernama Tujuh Belas telah menunggu di persimpangan, sebuah angka yang bukan lagi tanda kedewasaan, melainkan lonceng kematian bagi topeng yang mereka kenakan. Saat tawa tak lagi mampu menambal retakan, siapakah yang akan tetap berdiri ketika segalanya hancur tepat di titik yang mereka sebut sebagai masa depan?
All Rights Reserved
#60
baper
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perihal Sandwich(End)
  • What If✓
  • THE AVES
  • BALA-BALA GANG ✔
  • Miracle Meet You
  • The Hartono's Family 2
  • Demokrasi Rasa 00l | ✔
  • 2. Antariksa Berkelana [Completed]
  • Troubling the Cupid
  • JENGGALA [Sudah Terbit]

Tidak ada yang mau memiliki adik sebanyak Mas Malik. Apalagi di zaman modern serba uang. Rasanya untuk membiayai hidup sendiri saja sudah sulit. Namun, bagi Mas Malik ke-enam adiknya adalah anugerah besar dalam hidupnya. Kami tujuh bersaudara dari umur dan sifat yang berbeda-beda. Kami memiliki julukan piatu geng, karena ibu sudah meninggal sejak Jafar baru dilahirkan. Gak tahu kenapa Abah sangat betah menduda. Abah bilang ibu itu seperti perampok handal yang bisa merampok semua hati Abah tidak tersisa. Kata Abah, dia terlalu takut untuk membuka hati lagi. Takut kalau ternyata gak bisa kasih ruang beserta isinya untuk si perampok baru. -Mas Malik- "Generasi Sandwich itu apa, sih, Bang?" "Kayak kita gini, saudaranya banyak." "Kata temen aku, jadi generasi Sandwich itu gak enak ya, Bang?" "Banyak anak, banyak kepala, banyak sifat, banyak kebutuhan." "Intinya jadi generasi Sandwich itu harus banyak uang, sih, biar tetep akur." "Jaf, sandwich kita ini beda dari yang lain, ini lebih spesial. Spesial bukan karena pake keju sama telor, tapi karena di dalamnya ada Abah, Mas Malik, Bang Eja, Janu, Jerry, Cahyo, sama kamu!" Bukannya memang tidak ada persahabatan yang lebih indah selain dengan saudara sendiri? Walaupun siang malam bisa berubah jadi Roro Jonggrang, tapi tetap saja mereka saling sayang seperti Upin Ipin. Masih pemula Bahasa baku, non baku Maaf kalau banyak typo 🚫Masih amburadul, tidak cocok untuk diikuti🚫 Salam Hangat Mentai👋

More details
WpActionLinkContent Guidelines