Destiny Of The Moon

Destiny Of The Moon

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 16, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana jika 2 insan yang tak mengenal cinta, justru menyatu dan menjalin kisah cinta yang indah sekaligus rumit. Apakah akan berakhir penuh tawa atau justru penuh luka? Kaira hanya seorang gadis SMA biasa yang ceroboh, gemar membaca, menulis. dan memperhatikan hal hal kecil yang jarang disadari banyak orang. Dalam hidup nya, nyaris tak pernah mengenal kata cinta. Maka saat dia akhirnya mengagumi seseorang di sekolahnya mahesa langit pradipta, justru itu malah mempertemukan nya dengan lelaki yang tak pernah merasakan kasih sayang dan kehangatan. hidupnya selalu penuh hitam putih. Zavian hanyalah seorang pria yang terlalu sering merasakan sakit, sampai sampai ia tak pernah kagum pada siapapun. Tetapi takdir selalu memiliki cara nya sendiri, hal hal kecil yang selalu diperhatikan kaira justru menarik perhatian zavian dan membuat zavian mendekati kaira. Lantas bagaimana? Kaira yang tak pernah merasakan jatuh cinta karna menurutnya jatuh cinta itu mengerikan dan Zavian yang tak pernah merasakan pelukan dan kata kata penenang justru malah bertemu dan saling mengerti. Banyak hal yang mereka pelajari, dan pada akhirnya mampukan mereka bertahan dalam hubungan unik ini? Atau terlanjur lelah dan memutuskan menyerah? 𝘭𝘢𝘬𝘴𝘢𝘯𝘢 𝘣𝘶𝘭𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘵𝘢𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘨𝘦𝘳𝘩𝘢𝘯𝘢, 𝘸𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘵𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘳𝘶𝘵𝘪𝘯
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines