GARIS WAKTU

GARIS WAKTU

  • WpView
    Lecturas 16,545
  • WpVote
    Votos 751
  • WpPart
    Partes 40
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, sep 20, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
Saling mengenal lewat pesan yang salah tujuan, itu seperti komedi kehidupan. Namun, garis waktu tidak pernah salah mempertemukan dua jiwa untuk saling mencintai. Yusuf tidak pernah menyangka, satu tatapan bisa menggetarkan jiwanya, setelah ia memutuskan untuk tidak membuka hati, karena sebuah luka di masa silam. Dan Hanami tidak pernah berencana, untuk jatuh cinta pada sosok yang sangat ia hindari karena sebuah tragedi yang memalukan. Tidak mudah untuk sampai pada ikatan halal, mereka diuji untuk cinta yang suci. Pada setiap langkah... yang melahirkan cinta dan pelajaran.
Todos los derechos reservados
#1
gariswaktu
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status [END]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido