Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
Hingga Jadi Debu

Hingga Jadi Debu

  • WpView
    Leituras 2,054
  • WpVote
    Votos 267
  • WpPart
    Capítulos 20
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, jul 12, 2026
WpInfo
Ficção
Temas Sociais
Vida Familiar
[ ON GOING] Dunia itu selalu berputar bersama waktu yang terus berjalan, sekalipun dunia terasa runtuh. Waktu tak pernah benar-benar berhenti hanya untuk mengasihani keruntuhan duniamu. Perputaran waktu akan selalu terjadi, meski dunia terasa berhenti di sana. Dunia buta, dunia tuli, dunia tak peduli dan dunia itu kejam. Dunia buta akan segala hal yang menderita kan seseorang, tetap berjalan meski kita telah dibunuh tanpa mati. Dunia tuli, tak pernah mendengar tangis pilu seseorang yang telah kehilangan separuh jiwanya. Dunia tak peduli seberapa besar keruntuhan duniamu, terus memutarkan takdir-takdir lain yang sama kejamnya tanpa melihat. 𝐖𝐫𝐢𝐭𝐭𝐞𝐧 𝐛𝐲 𝐦𝐢𝐥𝐤𝐲_𝐱𝐳𝐚𝐚 𝐂𝐨𝐯𝐞𝐫 𝐛𝐲 𝐂𝐚𝐧𝐯𝐚 𝐅𝐚𝐧𝐟𝐢𝐜𝐭𝐢𝐨𝐧 𝐛𝐛𝐛 𝟏𝟑+ 𝐛𝐛𝐛 𝐛𝐞𝐥𝐨𝐧𝐠𝐬 𝐭𝐨 𝐌𝐨𝐧𝐬𝐭𝐚 𝐇𝐚𝐥𝐢𝐥𝐢𝐧𝐭𝐚𝐫 𝐚.𝐤.𝐚 𝐇𝐚𝐧𝐬𝐚 𝐓𝐚𝐮𝐟𝐚𝐧 𝐚.𝐤.𝐚 𝐓𝐚𝐧𝐬𝐚 𝐆𝐞𝐦𝐩𝐚 𝐚.𝐤.𝐚 𝐆𝐞𝐯𝐚𝐧 𝐁𝐥𝐚𝐳𝐞 𝐚.𝐤.𝐚 𝐀𝐥𝐳𝐞𝐫 𝐈𝐜𝐞 𝐚.𝐤.𝐚 𝐄𝐥𝐜𝐞𝐫 𝐃𝐮𝐫𝐢 𝐚.𝐤.𝐚 𝐃𝐮𝐫𝐢𝐞𝐥 𝐒𝐨𝐥𝐚𝐫 𝐚.𝐤.𝐚 𝐒𝐭𝐞𝐯𝐞 𝙰𝚖𝚋𝚒𝚕 𝚜𝚒𝚜𝚒 𝚙𝚘𝚜𝚒𝚝𝚒𝚏𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚊𝚓𝚊, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚔𝚛𝚒𝚝𝚒𝚔, 𝚒𝚗𝚒 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚌𝚎𝚛𝚒𝚝𝚊 𝚔𝚊𝚛𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚝𝚞𝚓𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚒𝚋𝚞𝚛 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚐𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚒𝚜𝚊𝚑 𝚒𝚗𝚜𝚙𝚒𝚛𝚊𝚜𝚒 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚊𝚒𝚗. 𝚂𝚎𝚍𝚒𝚔𝚒𝚝 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒
Todos os Direitos Reservados
#322
hidden
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • ENDLESS SUFFERING [•Halilintar•] Empire Era
  • In another life
  • HADIRMU
  • E for Extraordinary
  • Do I Remember You?
  • Until Death Comes | Halilintar
  • Harapan yang Menyingsing
  • Teka-Teki
  • °•○ RENJANA ○•° {On Going}
  •  Pilar Biru

Bagaimana perasaan mu ketika kau hanyalah bocah polos tak berdosa berumur lima tahun , bukannya dibawa ke taman bermain penuh keseruan , tapi ke medan perang tempat mayat tergeletak sejauh mata memandang , tempat dimana kaki mu tak luput dari darah yang tergenang , dan tangan kecilmu menggenggam erat pedang ; dengan alasan berjuang demi tanah kekuasaan. Itulah yang Halilintar rasakan. Tak bisa dipungkiri jika dunia yang tak adil selalu memihaknya , memberatkan pundaknya , dan membebani jiwanya. Tidaklah salah ketika Halilintar sendiri bilang ia ingin menyerah , tapi apa? Ia tak berhenti melangkah karna apapun itu , selalu ada hal yang membuatnya harus dan harus untuk memenuhi segala hal. Dia hanya bocah kecil , yang dijadikan lelucon oleh semesta , dijadikan badut oleh dunia , dimana penderitaan itu , seolah tampak lucu dimata orang yang tak tau seberapa tebal topeng diwajahnya. Namun apa? Tak berhenti disitu , tak hanya fisik , mentalnya juga membeku ; mati dihantam tiap hitungan waktu. Tapi lagi lagi , tubuh itu bangkit setelah jatuh.. "Nyawa ayah prioritasku" "Jangan berpura pura , ibu. Jujur lah dalam membenciku" "Jangan bermimpi.. Aku tak pantas disebut kakak" "Aku mati pun , tak ada pengaruhnya untuk hidup kalian! Aku akan mati bahkan sebelum tangan kalian kotor oleh darah ku" "Jangan khawatir , aku sudah terbiasa" " ..... Benar benar terbiasa" Dan dibalik semua itu , ia tak sendirian. "Benar kan~Tuan~?" WARNING!! *KARAKTER DISINI MILIK MONSTA , ENDLESS SUFFER HAHYA MEMINJAM KARAKTERNYA SAJA (ADA BEBERAPA TAMBAHAN KARAKTER DARI AUTHOR) *DILARANG COPY KARNA SAMA DENGAN MENCONTEK! DIDUNIA DIMARAHI MASYARAKAT , DIAKHIRAT DIMARAHI MALAIKAT! *SILAHKAN BERI SARAN DENGAN SYARAT : SOPAN , TIDAK BERTELE TELE , DAN DENGAN BAHASA INDONESIA TENTUNYA *JANGAN LUPA VOTE DAN IKUTI TIAP BAB , OKE!?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo