I Stayed, Even Without a Place

I Stayed, Even Without a Place

  • WpView
    Reads 491
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Feb 3, 2026
※※※※※※※※※※※ Tahun 2022, Elsa, seorang perempuan meninggalkan rumah dan segala kenyamanan nya di Indonesia dan pergi bekerja ke London sebagai Resepsionis SPA. Di negeri orang Ia menjalani hidup yang sunyi hingga tanpa rencana jatuh cinta dengan seorang pria yang telah memiliki istri. Di tengah perjalanan kehidupan merantaunya, dia mendapatkan banyak pelajaran kehidupan tentang pengkhianatan, saling menjatuhkan di antara sesama anak perantau, mencintai tanpa posisi dan belajar bertahan di sebuah hubungan yang tak akan pernah bisa Ia miliki sepenuhnya. 3 tahun di London, semuanya berakhir dengan berakhirnya masa kerja, Elsa pun pulang kembai ke Indonesia dengan hati yang berat, setengah hatinya tertinggal disana. Dan jarak pun mulai menguji segalanya. Di antara rindu, penantian dan harapan untuk bisa kembali, Ia di hadapkan pada satu pertanyaan paling sunyi: Apakah bertahan masih berarti cinta atau justru cara paling pelan untuk kehilangan diri sendiri. ※※※※※※※※※※※
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua
  • A dan Z
  • I'm the male lead's wife?
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad
  • Stand by Me
  • NANGGALA

Cerita ini ada di paijo juga. --- Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines