Louder Than Grunge (END)

Louder Than Grunge (END)

  • WpView
    Reads 21,443
  • WpVote
    Votes 3,294
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 19, 2026
Bagi Aralie, hidup adalah garis presisi di atas kertas kalkir. Semuanya harus terukur, stabil, dan tanpa gangguan. Terutama setelah masa lalunya yang berantakan, dia membangun dinding yang lebih tinggi dari maket mana pun yang pernah dia buat di studio Arsitektur. Lalu datang Levi. Mahasiswa baru yang tidak membawa penggaris besi, melainkan kaos Nirvana pudar, Vespa matic yang berisik, dan keberanian yang tidak tahu tempat. Levi adalah anomali. Dia adalah distorsi di tengah keheningan yang Aralie bangun dengan susah payah. Awalnya hanya soal kaos kebesaran yang tertinggal dan aroma parfum musk di tengah dinginnya studio. Namun, perlahan Aralie sadar; Levi bukan sekadar maba tengil yang hobi mengacaukan harinya. Levi adalah melodi grunge yang pecah di tengah kesunyiannya. Di antara debu maket, kopi dingin pukul tiga pagi, dan bisingnya tongkrongan DKV, Aralie dipaksa memilih: tetap berada di dalam garis presisinya, atau membiarkan Levi membuktikan bahwa perasaan mereka ternyata... Louder Than Grunge.
All Rights Reserved
#1
olinejkt48
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Define the Relationship
  • Kembang Desa
  • NINGRUM
  • EKSKALASI
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Almost Married (On Going)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Nala dan Mas Juragan
  • Dangerous Deal S1-S2 (on going)

​"Kak... a-aku mau ngerjain tugas. Jangan dipeluk terus, susah nulisnya..." "Diem. Udara lagi dingin, gue butuh guling yang anget." "Tapi tangan Kak Ares ngapain masuk ke dalem baju aku?" "Lo fokus aja sama tugas lo, Cungkring. Biar tangan gue yang ngerjain tugasnya di badan lo." "Bisa diam ga? Lo dari tadi gerak gerak terus di kasur. Sengaja mau caper sama gue?" "Aku ga bisa tidur, Kak. Kakak meluknya kekencengan, badanku panas." "Bukan karena dipeluk itu mah. Lo-nya aja yang mesum ngerasain ada yang keras nempel di paha lo, kan?" ⚠️ Cerita ini mengandung adegan dewasa, bahasa kasar, serta unsur konflik seperti perundungan. Diharapkan readers dapat membaca dengan bijak. Segala hal yang terjadi dalam cerita ini hanyalah fiksi dan tidak untuk dijadikan contoh atau ditiru dalam kehidupan nyata. KALAU KARYA INI MUNCUL DI TEMPAT LAIN DENGAN NAMA BERBEDA, ITU BUKAN KEBETULAN, TAPI PLAGIAT. SEGERA LAPORKAN KE AUTHOR! [Rank #1 - di #bllokal 11/04/26] [Rank #1 - di #boyxboy 12/04/26] [Rank #1 - di #darkromance 12/04/26] [Rank #1 - di #manxman 12/04/26] [Rank #1 - di #lgbtq 13/04/26] [Rank #1 - di #obsesi 15/04/26] [Rank #1 - di #gay 16/04/26] [Rank #2 - di #bxb 12/04/26] [Rank #2 - di #kampus 14/04/26] [Rank #2 - di #boyslove 15/04/26] [Rank #2 - di #kuliah 16/04/26] [Rank #3 - di #bl 11/04/26] [Rank #3 - di #romance 18/04/26] [Rank #7 - di #toxic 14/04/26] [Rank #7 - di #posesif 17/04/26] Pertama kali dipublikasikan pada April 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines