Meranti Balau

Meranti Balau

  • WpView
    Reads 2,600
  • WpVote
    Votes 374
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 8, 2026
[BROTHERSHIP---SLICE OF LIFE, POLITICAL, DRAMA] Tentang Sevan dan Theo. Sepasang kakak beradik yang harus berjuang menemukan kebenaran di antara lumpur, intrik, dan kepercayaan di atas tanah kelahiran mereka. Meranti Balau---saksi bisu---yang ingin berbicara; "Mereka adalah anugerah dan karma. Ego dan empati. Satu hadir menorehkan dosa. Satu yang lain datang menebus kesalahan pada alam semesta. Seandainya bisa ... aku pun ingin merengkuh keduanya---anak-anak manusia yang menaruh kasih untuk alam raya."
All Rights Reserved
#7
nonasr
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • Defiant [END]
  • SHEA SANG FIGURAN
  • (END) Setting the Path of Life - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Shadow in the Lab
  • My Perfect Model ( Republish )
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Fraktal Rahasia
  • Hello, Mr. Mafia!

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines