Ekhem..Ekhem..

Ekhem..Ekhem..

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 2, 2026
Meninggalkan kenyamanan desa demi mengejar mimpi di keriuhan ibu kota, Luna membawa koper yang penuh dengan doa dan keberanian. Di balik kemegahan SMA favorit dan hangatnya sambutan Tante Kiki, Luna menyadari bahwa hidup di kota besar bukan hanya soal cahaya lampu yang cantik, tapi juga tentang kesiapan hati menghadapi dunia yang benar-benar baru. Malam di balkon menjadi saksi bisu harapannya: sebuah awal yang lancar, tanpa tahu bahwa esok hari ia akan bertemu dengan sosok yang akan mengubah dinamika hidupnya di sekolah elit tersebut.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT
  • The Story Of Janeta 2
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines