17 parts Ongoing [✅COMPLETED]
Penyakit yang dideritanya sejak lahir, asma akut, tak sedikitpun beralih pandangan. Sesak nafas selalu ia alami, bukan dibiasakan, namun terbiasa. Seakan sudah ditakdirkan hingga nafas terakhir.
"Permisi, pasien atas nama Rami,"
Si pemilik nama, memutuskan pandangan terhadap jendela yang memancarkan sinar matahari, ia menoleh ke kanan, mendapati seorang dokter perempuan yang tersenyum padanya.
"Apakah lebih nyaman menggunakan oksigen?"
Rami mengangguk pelan, matanya juga berkedip dengan pelan, namun nyawanya sudah dipastikan terkumpul 100%. Hanya saja efek bius seakan menyuruhnya tidur kembali.
"Lalu, apa yang kamu rasakan sekarang, Rami?"
"Masih sedikit sesak, namun kali ini terasa lebih leluasa bernapas. Seperti... Ada bagian yang hilang."
Langkah kaki nya mengikis jarak, tinggal belok kanan dan ia akan dapat melihat kekasihnya.
Bugh
"BANGSAT! KEMANA AJA LO?!"
Langkah Haris dibuat mundur oleh tendangan keras dari Ruka yang mengenai perutnya, bukan main, cowok itu bahkan menahan sakit di perutnya.
Di hadapannya, Ruka berdiri, mondar-mandir tak jelas, menyisir rambut hitam-merahnya, dan menggeram tertahan.
Haris menunduk, kedua tangannya bertengger di depan, seakan siap dihajar lagi oleh Ruka.
Cewek berahang tegas itu berhenti bergerak, ia menunjuk tepat di batang hidung Haris, dengan ekspresi amarah yang tertahan.
"Denger ya anjing. Sampe Rami kenapa-napa, habis lo."