Story cover for Bayi? by cantikachristi
Bayi?
  • WpView
    Reads 76,841
  • WpVote
    Votes 4,070
  • WpPart
    Parts 32
  • WpView
    Reads 76,841
  • WpVote
    Votes 4,070
  • WpPart
    Parts 32
Ongoing, First published Jan 16
"Di mana aku?" gumamnya.

Cahaya lembut menyelimuti sekelilingnya. Perlahan, sebuah sosok muncul-tidak sepenuhnya jelas, namun memancarkan ketenangan yang luar biasa.
"Waktumu di dunia belum sepenuhnya usai, Bima Sakti," ucap suara itu.

Bima menoleh. "Aku... sudah mati?"

"Tubuhmu telah berhenti," jawab sosok itu tenang. "Namun jiwamu masih memiliki tujuan."

Ingatan tentang kecelakaan itu kembali berputar di benaknya. Anak kecil yang ia dorong ke pinggir jalan. Suara benturan keras. Rasa sakit yang menusuk.

"Anak itu... dia selamat?" tanya Bima dengan nada cemas.

Sosok itu mengangguk. "Selamat. Berkatmu."

Bima tersenyum kecil. "Syukurlah."

"Masih ada kesempatan bagimu," lanjut suara itu. "Kesempatan untuk hidup... dengan jiwa  yang berbeda."

"Bagaimana maksudnya?"



Penasaran baca aja ☺️☺️
All Rights Reserved
Sign up to add Bayi? to your library and receive updates
or
#12family
Content Guidelines
You may also like
Life For Rei by seselllllll
36 parts Ongoing
"Mama... Papa... Rei janji bakal sembuh. Tapi jemput Rei, ya?" Kalimat itu sudah seperti mantra yang diucapkan bibir pucat Rei Elvianno selama sepuluh tahun terakhir. Di sana, ia melihat anak-anak lain pulang dengan tawa lebar, menggandeng tangan orang tua mereka setelah dinyatakan sembuh. Sementara Rei? Ia hanya ditemani bau karbol yang tajam dan selang infus yang menusuk kulit pucatnya. Keluarga Elvianno menganggapnya "barang cacat". Rei tersenyum pahit. Ia tahu. Ia bukan anak kecil bodoh lagi. Ia tahu ia telah dibuang. Namun, di sudut hatinya yang paling dalam, setitik harapan tetap ia pelihara. Ia ingin menunjukkan bahwa ia bisa sembuh. Ia ingin berguna. Tahun demi tahun berlalu. Penyakit Leukemia Mielomonosit Juvenil itu akhirnya mencapai titik jenuh. Tubuh Rei semakin ringkih, seolah tulang-tulangnya hanya dilapisi selembar kertas tipis. Malam itu, hujan turun dengan lebatnya. Rei menatap pintu kamar yang tertutup rapat, masih berharap pintu itu terbuka dan menampakkan sosok Mama atau Papa-nya. Sekali saja. Tes. Setetes air mata jatuh sebelum pandangannya mengabur. Dada Rei sesak, oksigen seolah enggan masuk ke paru-parunya. Tit.. tit.. tit............ Bunyi nyaring dari monitor EKG membelah kesunyian malam. Garis di layar itu mendatar, menghilangkan irama kehidupan yang selama ini bertahan dengan paksa. Cring..!! Rei mengerjap. Langit-langit di atasnya bukan lagi beton kusam Rumah Sakit Cinta Kasih yang retak di sana-sini. Langit-langit ini putih bersih, dengan pencahayaan hangat yang lembut di mata. Di sana, di samping ranjangnya yang empuk, seorang pria dewasa sedang terduduk di kursi kayu dengan kepala yang tertunduk lesu di atas lipatan tangannya di pinggir kasur. "Rei? Kamu... kamu sudah sadar, Sayang?" "Om... siapa?"
You may also like
Slide 1 of 8
Little Albretch  cover
Istri jahat CEO Dingin cover
Biwara cover
RAFFAELLO [REVISI] cover
GUMI cover
imut tapi licik [SUDAH TERBIT] cover
Life For Rei cover
Pangeran kecil Gunung Everest cover

Little Albretch

4 parts Ongoing

Kalian tahu villain? Begitulah keluarga Albretch dikenal, tapi bagaimana jika ternyata ada sesuatu yang berbeda. Kehadiran satu Albretch kecil yang baru disadari oleh mereka. "Om muka-muka jahat."