Story cover for BE MINE by imyourmood23
BE MINE
  • WpView
    Membaca 1,347
  • WpVote
    Vote 239
  • WpPart
    Bab 6
  • WpView
    Membaca 1,347
  • WpVote
    Vote 239
  • WpPart
    Bab 6
Bersambung, Awal publikasi Jan 16
6 bab baru
Ketika kekuasaan menjadi saksi tumbuhnya cinta dan kebencian di satu waktu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan BE MINE ke perpustakaan Anda dan menerima pembaruan
atau
#124bxb
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
Sampai Hatiku Habis Menunggumu cover
When the world betrays cover
XINGQIU cover
Raga Yang Bukan Milikku (GxG) End cover
Destiny || Huang twins cover
Warisan Terakhir Dan Tameng Penutup cover
BASTARA DARA (SEASON II) cover
Season Scents - XingQiu  cover
The Cold Ceo's Hidden Heir  cover
Glassborn: The Enigma Who Should Never Be Touched (Xingqiu) cover

Sampai Hatiku Habis Menunggumu

9 bab Bersambung

"Aku benci kamu, tapi anehnya, setiap kali kamu terluka... aku yang paling dulu ngerasa sakit." - Hua Yong "Aku nggak pernah bener-bener pergi. Aku cuma nunggu kamu sadar, kalau aku tetap di sini." - Shaoyou Hua Yong dan Shaoyou dulunya dua nama yang selalu disebut beriringan - sepasang siswa yang tumbuh bersama, tertawa bersama, hingga cinta itu datang dengan begitu sederhana. Namun, segalanya berubah ketika Shaoyou tiba-tiba menghilang tanpa penjelasan. Bagi Hua Yong, kehilangan itu seperti luka yang tak bisa dijahit. Ia membangun dinding dari kebencian, mengubah cintanya menjadi amarah, dan menjadikan Shaoyou sasaran dari semua sakit hati yang tak sempat ia pahami. Shaoyou menanggung semuanya dalam diam - penghinaan, ejekan, bahkan rasa bersalah yang tak berujung. Ia tak berusaha membela diri, karena dalam hatinya, ia masih mencintai Hua Yong... dan tahu, bahwa kebencian itu hanyalah sisa dari cinta yang dulu begitu hangat. Di balik tatapan dingin Hua Yong dan senyum sabar Shaoyou, tersembunyi kisah dua hati yang sama-sama remuk, tapi masih memilih untuk saling melindungi dari jauh. Sampai akhirnya, takdir memberi mereka satu kesempatan terakhir - untuk berdamai, bukan dengan masa lalu, tapi dengan diri sendiri "Beberapa cinta nggak perlu dimenangkan. Cukup disembuhkan."