Sky Flow (Teaser)

Sky Flow (Teaser)

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 25, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Terkadang aku merasa waktu berjalan begitu cepat. Memoriku berputar kembali ke masa lalu. Aku berharap waktu berhenti saat itu juga. Saat dimana hanya ada aku dan kehidupanku. Hanya aku dengan kenangan manisku. Kenangan manis tanpa ada rasa pahit yang bisa merusak segalanya. Merusak segala sesuatu yang telah kubangun dengan susah payah. Tidak seperti sekarang. Semua kenangan manis itu telah musnah. Musnah hanya karena setitik kepahitan. Setitik kepahitan yang dengan cepat menyebar melalui syaraf-syarafku. Membuatku lumpuh dan tak berdaya. Membuatku jatuh dan terpuruk. Andai... Andai saja aku tidak seceroboh itu. Andai saja aku tak memaksanya waktu itu. Andai saja aku bisa melindunginya saat itu. Andai saja aku yang menggantikan posisinya. Semuanya hanyalah kalimat dengan kata pengandaian yang mengawalinya. Semuanya hanyalah penyesalan yang datang terlambat. Ya, penyesalan memang selalu datang terlambat bukan. Seharusnya aku lebih hati – hati. *** Orion memang menyesal telah mengenalnya. Tapi ia tidak menyesal karena pernah mencintainya. Inilah salam perpisahan Orion untuknya. Gadis itu jelas sangat menyesal. Ia yang membuat Orion menjauh. Apa yang dilakukannya sehingga Orion menjauh? Akankah Orion kembali untuk mengejar gadisnya? Ataukah ia akan menyerah? 'time runs faster than memories.'
All Rights Reserved
#720
sky
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sincerely, Milan
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • BREATHE
  • ORION [COMPLETED]
  • You, Hope, and Memories
  • The First, Not the Last
  • Cerita Tentang Zeeya

Hai, mungkin aku tidak pantas untuk menulis seperti ini. Tetapi aku masih mencintaimu. Sama seperti tigapuluh menit yang lalu, tigapuluh menit yang akan datang, dan seterusnya. Hatiku terus memantapkan jejaknya kepadamu. Meraung-raung memanggil namamu, ingin memilikimu lagi. Namun apa daya, disini aku duduk termangu, menatapmu tertawa bersamanya. Melihatmu dan dia pergi bersama di akhir pekan, seperti yang kita lakukan dulu. Menyedihkan bukan? Ketika posisimu sebagai seseorang yang penting dalam hidupnya, kini tergantikkan dengan orang lain, yang sayangnya adalah sahabatmu. Sahabat yang seharusnya menjadi penopang ketika hatimu hancur karena cinta, justru pergi bersama cintamu. Membuat sendiri kisah cintanya yang bahagia. Untuk kamu yang bernama belakang Andromeda, semoga bahagia. Sincerely, Milan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines