Story cover for TRAUMA  ( End )  by Al-Faqih_18
TRAUMA ( End )
  • WpView
    LECTURAS 723
  • WpVote
    Votos 160
  • WpPart
    Partes 56
  • WpView
    LECTURAS 723
  • WpVote
    Votos 160
  • WpPart
    Partes 56
Concluida, Has publicado ene 17
Di balik rumah yang terlihat utuh, sering kali tersembunyi luka yang tidak pernah dibicarakan.

Arka Ravindra tumbuh sebagai anak yang selalu dituntut sempurna. Ia belajar diam sebelum belajar berbicara, belajar menahan rasa sebelum belajar mengenali dirinya sendiri. Ibunya mengontrol lewat kata-kata, ayahnya menyakiti lewat diam. Dari situlah Arka membawa satu hal sampai dewasa: trauma yang tak pernah diberi ruang untuk sembuh.

Nara Avelyn datang dalam hidupnya sebagai seseorang yang juga terluka. Di balik senyumnya yang hangat, Nara menyimpan masa kecil yang penuh pengabaian dan hubungan yang mengajarkannya untuk merasa tidak cukup. Pertemuan mereka bukan tentang dua orang yang saling menyelamatkan, melainkan dua jiwa yang sama-sama lelah bertahan.

Namun cinta tidak selalu datang sebagai obat. Terkadang, ia justru membuka luka lama. Ketika Arka mulai takut dicintai dan Nara mulai takut ditinggalkan, masa lalu mereka kembali menghantui, memaksa keduanya untuk menghadapi hal yang selama ini mereka hindari: orang tua, kenangan, dan rasa marah yang terkubur.

TRAUMA adalah kisah tentang anak-anak yang tumbuh terlalu cepat, tentang cinta yang tidak sempurna, dan tentang proses berdamai dengan diri sendiri. Ini bukan cerita tentang menjadi utuh, tapi tentang belajar hidup dengan luka tanpa lagi membiarkannya menentukan siapa diri kita.

Karena tidak semua orang perlu diselamatkan.
Beberapa hanya perlu diberi ruang untuk sembuh.







感谢您阅读并完整地看完了我创作的故事。

感谢您阅读像我这样一团糟的人的故事,哈哈哈
📜✍️
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir TRAUMA ( End ) a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#12cintaterluka
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Forever mine de AuroraSecretum
60 partes Continúa
Prolog "Gila, sadis banget si Xavier." "Aluna juga tolol banget-udah tahu Canva nggak suka sama dia, masih juga ngejar-ngejar." Zena menatap layar ponselnya dengan ekspresi campur aduk: marah, jijik, dan frustrasi. Baru saja dia menamatkan novel Forever Mine, dan akhir ceritanya benar-benar bikin naik darah. "Udah gitu, Aluna matinya tragis banget. Disiksa di ruang rahasia Xavier cuma karena dia berani bully Sofia? Gila, nih cowok psikopat." Zena mematikan layar. Melempar ponsel ke kasur. "Udah ah, mending gue tidur aja. Capek." Tapi dia tak tahu, malam itu bukan malam biasa. Saat membuka mata, semuanya berubah. Lampu putih. Aroma antiseptik. Dingin. Seseorang menggenggam tangannya. "Aluna sayang... akhirnya kamu sadar juga," ucap seorang wanita lembut, penuh haru. Zena terdiam. Matanya mengerjap bingung. "Maaf, Tante... siapa Aluna? Nama saya Zena." Wajah wanita itu langsung pucat. "Luna, kamu jangan bercanda. Mama panggil dokter dulu ya, sayang..." Zena mematung. Jantungnya mulai berpacu tak karuan. Luna? Aluna... Atmajaya? "Nggak... ini nggak mungkin." Beberapa jam kemudian, dua cewek datang menjenguknya. "Luna, gue yakin ini ulah Xavier!" "Lo baru aja nyiram bakso ke Sofia kemarin, kan?" ucap Rebecca panik. Zena hanya bisa diam. Matanya kosong. "Sial... gue masuk ke dunia Forever Mine." "Dan lebih parahnya... gue jadi Aluna. Cewek antagonis yang bakal mati mengenaskan di tangan Xavier ." Tapi cerita tak berhenti di sana. Karena dalam dunia ini, satu perubahan kecil bisa mengubah takdir. Dan siapa sangka... Alih-alih ingin membunuh, Xavier justru mulai terobsesi... Pada Aluna yang kini bukan lagi Aluna duluh.
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Kota Nocturna [END] cover
Lumpuh  cover
Leonard cover
Forever mine cover
RUMIT  cover
Regret [MARK LEE] End cover
Hoodie Boy [Ongoing] cover
RETAK: Sisi Lain Galen cover
ENVELOVE cover
Alfa dan Aster (END) cover

Kota Nocturna [END]

64 partes Concluida

Nocturn City, sebuah kota tanpa matahari yang dipenuhi kabut hitam dan lampu neon merah yang berkelip di antara gedung-gedung tua. Lyra Vesper, seorang pelayan bar yang hidup sederhana, tengah pulang larut malam setelah shift panjang. Ia merasa diikuti, tetapi tak menemukan siapa pun di balik bayangan. Saat melewati lorong sempit, Lyra secara tak sengaja menyaksikan eksekusi brutal oleh sekelompok pria bertopeng-dan pemimpinnya, seorang pria dingin yang wajahnya tak terlalu terlihat dalam cahaya redup. Pria itu adalah Kael Draxion, penguasa gelap dunia bawah kota, meski Lyra belum tahu identitasnya. Lyra terpeleset dan membuat suara kecil yang memancing perhatian mereka. Dalam detik-detik penuh ketakutan, Kael menatapnya dengan mata tajam berwarna perak, seolah langsung menembus jiwanya. Alih-alih membunuhnya, Kael memerintahkan anak buahnya untuk membawa Lyra hidup-hidup, karena ia menganggap tatapan Lyra "berbeda dari kebanyakan saksi."