TEMEN TSUNDERE

TEMEN TSUNDERE

  • WpView
    Leituras 4,170
  • WpVote
    Votos 152
  • WpPart
    Capítulos 9
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, abr 9, 2026
WpInfo
Ficção
Romance
Anak-anak Teknik lain langsung menyambar gelas masing-masing, siap untuk pesta kecil-kecilan. Rian yang melihat cairan merah itu terlihat segar dan mewah, refleks menjulurkan tangannya mau mengambil satu gelas. Plak! Saka dengan sigap menepis pelan tangan Rian sebelum sempat menyentuh gelas itu. "Apa-apaan? Lo nggak boleh minum itu, Rian," tegas Saka dengan nada suara yang langsung berubah serius. Rian mengerucutkan bibirnya, mode manjanya keluar lagi. "Sedikiiit aja, Sak. Baunya enak, kayak jus anggur. Lagian kan lagi pesta, masa Rian cuma minum air mineral doang?" "Nggak ada. Lo lagi hamil, Rian. Alkohol itu bahaya buat bayi kita," Saka menatap Rian tajam, memberikan proteksi maksimal sebagai calon ayah. "Miko, jangan ada yang kasih Rian wine. Kalau sampai dia minum, gue balik sekarang juga."
Todos os Direitos Reservados
#136
fakultas
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo