BENANG TAKDIR MALIKA | Mahabharata X OC

BENANG TAKDIR MALIKA | Mahabharata X OC

  • WpView
    Reads 16,698
  • WpVote
    Votes 2,550
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 17, 2026
​Bagi Malika, melihat benang merah jodoh orang lain adalah hal biasa. Yang tidak biasa adalah saat benang itu menghubungkan dirinya dengan Dursasana, pangeran bangsa Kuru yang terkenal kasar dan gemar mempermainkan wanita. ​Malika hanyalah gadis desa dengan masa lalu yang hilang dalam ingatan berdarah. Ia benci kekerasan, ia takut pada darah. Namun, rasa geli yang menyakitkan di jarinya setiap kali Dursasana bersama wanita lain membuatnya bertekad. Dursasana harus menjadi miliknya, apa pun taruhannya. ​Akankah Malika berhasil mengikat hati sang Pangeran liar, atau justru benang takdir itu yang akan mencekik kewarasannya? _______________ DISCLAIMER! _______________ Cerita ini 100% Fiksi. Hasil imajinasi Author, dan tidak ada sangkut pautnya dengan kisah aslinya. Author hanya mengambil Latar Belakangnya saja. Bila minat, silahkan membaca. Namun jika tidak, tolong jangan menghujat. Sekian, Terima Gaji 🙏 (All pictures are from Pinterest) Fanfict Mahabharata: Dursasana X OC Start: 06 Februari 2026 Finish: ?
All Rights Reserved
#5
kurawa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya Para Pandawa
  • Water Lily Of Kurukshetra | Teratai Kurukshetra
  • Devika's Punarjanma
  • RAHA KU! | Mahabharata X OC
  • The Sun's Last Armor
  • KEKASIHKU ALEAH | Mahabharata X OC
  • Abhimanyu : The First Love Beneath of Kalingga's
  • Through The Eyes of AgniKanya
  • CHASING PAVEMENTS | mahabharata fanfiction
  • Cahaya diantara Pandawa

Mahabharata Fanfic! REVISIAN SELESAI! Hanya Fanfic dan karangan semata, tidak ada sangkut pautnya dengan cerita Aslinya! Please be nice guys! ~ Anjani adalah anak keempat dari Pandu dan Kunti, lahir di tengah takdir besar keluarga Pandawa. Sementara Arjuna anak ketiga dari Pandu dan Kunti, memegang Dharma pada genggaman tangannya. Keduanya bagaikan dua sisi mata uang yang sama terpisah rupa, namun satu hakikat. Arjuna adalah panah yang melesat cepat, tegas, dan mematikan di medan laga. Anjani adalah angin yang mengarahkan panah itu, tak terlihat namun menentukan arah. Mereka tumbuh dalam naungan yang sama nama besar Pandu dan keteguhan hati Kunti. Darah Dewa Indra mengalir dalam keduanya, namun takdir membentuk mereka dengan cara yang berbeda. Jika Arjuna adalah gemuruh petir, maka Anjani adalah cahaya kilat yang menerangi sebelum suara itu terdengar. Dan ketika keduanya terpisah entah oleh perang, tugas kerajaan, atau perjalanan panjang menyebarkan Dharma, alam seakan kehilangan keseimbangan kecilnya. Arjuna menjadi lebih sunyi. Anjani menjadi lebih hening. Takdir seolah berkata bahwa mereka bukan sekadar saudara...melainkan dua jiwa yang ditenun dalam satu garis cahaya yang sama. Karena di setiap langkah Arjuna, ada doa Anjani yang mengiringi. Dan di setiap keputusan besar Anjani, ada bayang keberanian Arjuna yang menguatkan. Seolah semesta sendiri telah menetapkan bahwa selama mereka berjalan bersama, Dharma akan berdiri lebih tegak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines