Di dunia pasar modal yang kejam, informasi adalah mata uang tertinggi. Namun bagi Arlan, seorang mahasiswa yatim piatu yang hidup di bawah garis kemiskinan, informasi datang dengan harga yang jauh lebih mengerikan daripada sekadar uang. Arlan memiliki kemampuan untuk memutar kembali memori dari masa depannya, memberinya keunggulan absolut untuk memprediksi pergerakan pasar secara presisi. Namun, kekuatan ini mengikuti hukum "Memory Cannibalism": setiap kali ia mengintip masa depan, kepingan memori acak masa lalunya akan terhapus secara permanen.
Demi mencapai kedaulatan finansial dan menghancurkan para raksasa korporasi seperti Aegis Capital, Arlan harus bertransformasi menjadi Ghost Alpha-sebuah entitas anonim yang bergerak di bayang-bayang. Ia mulai melupakan wajah ibunya, nama sahabatnya, bahkan identitas dirinya sendiri, demi deretan angka digital yang terus membengkak di akun offshore-nya.
Di tengah tekanan investigasi pajak, intrik birokrasi kampus, dan obsesi berbahaya dari seorang wanita bernama Siska, Arlan harus memutuskan: Apakah ia akan menjadi orang terkaya di dunia yang tidak memiliki jiwa, ataukah ia akan berhenti sebelum seluruh kenangan sebagai manusia hilang tanpa sisa? Di pasar yang tidak pernah tidur, setiap detik adalah pertaruhan antara kekayaan tak terbatas dan kegelapan total.
Disclaimer- This story is base on my own story whose name was Part 2- Jack Cafe Journey to F2L planet.
Jack, a ten-year-old boy from Earth, is accidentally carried to F2L, an advanced alien world where science has mastered consciousness itself. Treated as both guest and experiment, Jack encounters ghosts, engineered hauntings, and caretakers with hidden motives. When he unknowingly enters a ritual disguised as a game, he accepts a pact that binds his future to destiny itself. Returned to Earth, Jack is forever changed, carrying a promise that will awaken when he becomes an adult.