Di rumah kos itu, kamar nomor delapan selalu kosong. Sampai Est datang. William tidak pernah peduli siapa yang tinggal di sana. Ia juga tidak pernah peduli pada siapa pun. Begitulah orang-orang mengenalnya. Dingin. Sulit didekati. Tidak ramah. Tapi ketika pintu dengan angka 08 itu tertutup untuk pertama kalinya, lorong rumah itu terasa berbeda. Dan William mulai sadar-jarak beberapa langkah bisa terasa lebih jauh dari yang seharusnya. Karena mungkin, yang paling sulit bukan mendekat. Tapi mempertahankan dinding yang sudah terlalu lama dibangun.
Karagdagang detalye