NODA SANG MILIARDER

NODA SANG MILIARDER

  • WpView
    Reads 137
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 26, 2026
Aksara Nata. Dia adalah CEO tempatku mengabdikan diri selama satu tahun terakhir. Lolos menjadi sekretarisnya bukanlah pencapaian mudah; aku harus menyisihkan tiga ratus pelamar lain, melewati persaingan ketat, serta menaklukkan berbagai tahap seleksi yang menguras keringat. Untungnya, nasib baik masih berpihak pada gadis perantau sepertiku. Setahun bekerja di bawah arahan Pak Nata, ya, hanya aku yang memanggilnya demikian sementara orang lain memanggilnya Pak Aksa, membuatku terbiasa dengan ritmenya. Panggilan itu sebenarnya kesalahan pertamaku saat perkenalan, namun anehnya dia tidak keberatan. Padahal, rumor menyebutnya dingin, kejam, dan bertemperamen buruk. Fakta bahwa aku tidak dipecat saat itu adalah sebuah keajaiban tersendiri. Satu tahun ini cukup mengajarkanku kalau bosku adalah definisi gila kerja. Aku sudah terbiasa menemaninya dinas luar kota, dan kini dia menuntutku bersiap menemaninya ke luar negeri. Bagi orang yang masih gagap akan kemewahan dunia luar sepertiku, kabar itu membuat jantung berdegup kencang. Namun, segalanya berubah total pada satu hari yang naas. Saat hendak mengantarkan laporan ke ruangannya, tanpa sengaja aku memergoki Pak Nata sedang bercumbu dengan Herlian. Wanita itu adalah ibu tiri Pak Nata, seorang model muda yang cantik dengan bayaran fantastis. Sang CEO yang terhormat ternyata menjalin hubungan terlarang dengan ibu tirinya sendiri. Aku terlambat menghindar. Pak Nata melihatku. Sejak detik itu, aku terjerat dalam skandal gelap hidupnya. Logika menyuruhku untuk melarikan diri, namun entah mengapa aku justru merasa memiliki beban moral. Aku merasa harus menyadarkannya sebelum dia tenggelam semakin dalam ke jalan yang salah, meski aku tahu risikonya sangat besar. Mampukah seorang sekretaris biasa menghentikan cinta terlarang sang miliarder?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EKSKALASI
  • Almost Married (On Going)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Define the Relationship
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • R É G A L I S [REVISI]
  • Dangerous Deal S1-S2 (on going)
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines