Story cover for Silent Amen by ItzSilentz
Silent Amen
  • WpView
    Reads 236
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 236
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Jan 17
Mature
ORIGINAL STORY BY Sir S (18+ Tidak untuk anak-anak)

PREMIS

Aethelgard, 2025. Sebuah kota yang dibangun di atas fondasi iman yang tak tergoyahkan. Di bawah pendar neon dan bayang-bayang dua belas menara cahaya, dunia meyakini bahwa mereka telah mencapai puncak kesucian. Namun, kemakmuran ini menyimpan sebuah detak jantung yang janggal.

Di utara, di dalam wilayah yang dihapus dari ingatan manusia selama seratus ribu tahun, sebuah kesunyian baru saja pecah.

Elias Vancroft terbangun di tengah peradaban yang seharusnya sudah melupakannya. Ia adalah sebuah anomali, sosok dari masa lalu yang kini harus bernapas di dunia yang dipenuhi doa-doa digital dan mesin besi. Di sana, ia bertemu Elena, satu-satunya nama yang tetap utuh di dalam benaknya, meski bagi wanita itu, Elias hanyalah seorang asing yang ditemukan di antara puing sejarah.

Saat langit tetap membisu dan Wahyu tak lagi turun, sebuah kebenaran mulai merambat dari kegelapan. Elias tidak hanya bangun untuk bertahan hidup. Ia datang untuk menagih sebuah janji yang terkubur, di saat dua belas penguasa dunia mulai menyadari bahwa "Harapan Kosong" yang selama ini mereka remehkan, baru saja menarik napas pertamanya.

Di dunia yang dibangun di atas kebohongan yang suci, satu "Amin" yang jujur akan segera bergema.
All Rights Reserved
Sign up to add Silent Amen to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
For the Sake of Honor by selenopile
47 parts Complete Mature
Tujuh tahun berlalu sejak masa dΓ©butante Isabelle. Namun hingga kini, ia tak kunjung menikah sebuah fakta yang membuatnya dicap sebagai PERAWAN TUA di kalangan bangsawan kelas atas. Statusnya sebagai putri tertua dari keluarga Viscount D'Averly justru memperburuk keadaan. Setiap pesta, pertemuan sosial, selalu ada bisikan sinis yang menyebut namanya dengan nada kasihan atau ejekan. Cibiran itu semakin menjadi setelah pertunangannya dengan putra Duke of Ashbourne dibatalkan. Sejak itu, Isabelle yang dulu dielukan karena kecantikan dan keanggunannya, kini menjadi bahan gosip para nyonya bangsawan. Sebelum itu terjadi, Isabelle adalah sosok yang begitu disegani di kalangan muda. Wajahnya lembut, tutur katanya sopan, dan langkahnya selalu anggun. Ia bahkan menjadi guru muda di Akademi Royal Academy of Noble Arts sekolah bergengsi bagi para bangsawan. Di sanalah ia dikenal sebagai sosok wanita yang sempurna setidaknya sebelum kehormatan keluarganya ternoda oleh kabar batalnya pertunangan itu. Awalnya, Isabelle mencoba bersikap acuh. Namun, tekanan itu semakin berat. bibinya mulai berlomba menjodohkannya dengan pria-pria yang bahkan tak ia kenal. Setiap kali ia menolak, pandangan iba atau lebih tepatnya, pandangan meremehkan muncul di mata mereka. Di tengah acara amal yang diadakan di Akademi, matanya menatap sosok pria tinggi dengan lambang keluarga von Eisenwald. Ia adalah Grand Duke Alexander von Eisenwald, pria yang jarang menampakkan diri di hadapan publik, dikenal karena kecerdasan, ketegasan, dan reputasi dinginnya. Sebuah ide gila muncul di otak Isabelle. Ide yang bahkan membuat jantungnya berdegup lebih cepat hanya dengan memikirkannya. Tanpa pikir panjang, Isabelle melangkah mendekati pria itu.Dengan keberanian yang bahkan membuat dirinya sendiri terkejut, Isabelle menatap Alexander lurus dan berkata dengan suara yang nyaris bergetar"Maaf, Yang Mulia Grand Duke, maukah anda menikah dengan saya?" "Mungkin Anda salah orang, my lady,"
π’π“πŽπ‘π˜ πŸπŸ—πŸ”πŸ“ β•‘ππˆπ„π‘π‘π„ 𝐓𝐄𝐍𝐃𝐄𝐀𝐍 (Revisi)  by X_ilwrys17
88 parts Ongoing
Bagi Alea Alura Melati, sejarah hanyalah hafalan teks kaku untuk ujian sekolah. Namun, takdir memiliki cara yang brutal untuk mengajarinya. Sebuah anomali waktu menyeretnya keluar dari zona nyaman abad ke-21 dan menghempaskannya ke tanah Jakarta tahun 1965-tahun di mana udara tak lagi mengandung oksigen, melainkan ketakutan dan kecurigaan. Terjebak dalam raga gadis remaja biasa tanpa koneksi internet atau perlindungan hukum, Alea adalah anomali di dunia yang sedang berada di ambang ledakan. Di depannya, buku sejarah yang dulu ia abaikan kini bertransformasi menjadi realitas yang mengerikan. Ia melihat langsung bagaimana Nasakom menjadi nafas kehidupan, bagaimana PKI dan Angkatan Darat saling mengunci pandangan dalam diam, dan bagaimana rakyat kecil berbisik di balik pintu tertutup karena takut pada bayangan sendiri. Alea segera menyadari bahwa kehadirannya bukanlah kecelakaan semesta. Dengan pengetahuan tentang apa yang akan terjadi pada malam jahanam 30 September, Alea memegang rahasia paling berbahaya di seluruh negeri. Satu bisikan darinya bisa menyelamatkan nyawa, namun satu langkah ceroboh bisa menghapus keberadaan seluruh garis keturunannya di masa depan. Di tengah hiruk-pikuk pawai ideologi dan intelijen yang mengintai di setiap sudut gang, Alea harus bertarung dengan nuraninya: Apakah dia harus membiarkan sejarah berjalan sesuai garisnya yang berdarah, ataukah dia dikirim ke sana untuk menjadi satu-satunya variabel yang mengubah takdir sebuah bangsa? Di tahun di mana kebenaran menjadi barang langka dan pengkhianatan adalah mata uang, kisah Alea bukan lagi tentang cara untuk pulang, melainkan tentang cara bertahan hidup sebelum sejarah menelannya selamanya. "Sejarah ditulis oleh pemenang, tapi kali ini, sejarah akan ditulis oleh dia yang datang dari masa depan." 𝐅𝐨π₯𝐨𝐰 🀍: πˆπ† : 𝐬𝐞𝐣𝐚𝐫𝐚𝐑_πŸπŸ—πŸ”πŸ“ 𝐓𝐀 : πŒπ˜π‰, πƒπˆ ππ€ππ‰π€πˆπ“π€π
You may also like
Slide 1 of 10
Sin-yuka Imperio cover
Duke, Kita Lihat Saja Nanti! [END] cover
Revelisca cover
ORANG TERKASIH [TAMAT] cover
Temaram(HIATUS) cover
The Untouchable Duchess (End) cover
For the Sake of Honor cover
Oporu Koroma cover
π’π“πŽπ‘π˜ πŸπŸ—πŸ”πŸ“ β•‘ππˆπ„π‘π‘π„ 𝐓𝐄𝐍𝐃𝐄𝐀𝐍 (Revisi)  cover
OS: GOOD TIME cover

Sin-yuka Imperio

4 parts Ongoing Mature

Kerajaan tempat kendali hanya sebuah ilusi. Di ruang istana yang dibangun dari bisikan dan hasrat tersembunyi, berdirilah sosok dengan tatapan tajam dan suara serendah desir bayangan. Perintah tak pernah datang lewat teriakan, melainkan lewat sentuhan yang tak terucapkan dan keheningan yang memaksa patuh. Di hadapan kekuasaan seperti itu, tubuh kan merunduk bukan karena kelemahan, melainkan karena sebuah pengakuan tak bersuara. Sebuah tunduk yang menyimpan rasa paling dalam rasa yang tak butuh nama, tak perlu alasan. Satu sentuhan di dagu, dan seluruh ruang seperti menahan napas. Detak tak lagi menurut, berdentum seperti berkhianat pada logika. Ucapan dibisikkan, dan hanya keheningan yang menyambut, namun gemetar tetap hadir tanpa diundang. Persetujuan tak pernah diucap, tapi selalu dijawab dengan kejujuran dari gerak paling sunyi disusul semburan kenikmatan dahsyat.