Silent Hues 🎨

Silent Hues 🎨

  • WpView
    Reads 156
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 15, 2026
Elyra selalu hidup di balik bayang-bayang saudara kembarnya yang lebih dibanggakan. Kurangnya kasih sayang membuatnya memilih diam dan menjadikan dunia seni sebagai satu-satunya tempat untuk meluapkan perasaan yang tak pernah didengar. Hidupnya mulai berubah saat ia masuk ke klub lukis di sekolah dan bertemu Marcel, ketua klub yang diam-diam memahami setiap lukisannya. Namun di sisi lain, ada Kailen, sahabat sekaligus tetangga yang selalu ada sejak kecil tanpa pernah pergi. Di antara warna, perasaan, dan kenangan, Elyra harus memilih. Tetap bersama seseorang yang selalu ada, atau bersama seseorang yang benar-benar memahaminya. Di antara dunia yang sunyi dan hati yang mulai berani berbicara, pilihan apa yang akan Zereen ambil? Kailen yang selalu ada sejak awal atau Marcel yang membuatnya merasa terlihat oleh dunia.
All Rights Reserved
#279
teorikatapublishing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines