Better with you [ BL ]

Better with you [ BL ]

  • WpView
    Reads 7,720
  • WpVote
    Votes 388
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 10, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
[ ON GOING ] Elian berontak, namun tenaganya tak sebanding dengan Arga. Di bawah kukungan sang paman, ia hanya bisa terisak. Arga justru mengusap air mata itu, lalu mencium bibir keponakannya dengan posesif. "Jangan menangis" bisik Arga serak "itu malah membuatku semakin terangsang." Hancur sudah imajinasi Elian tentang paman yang ia kagumi. Baginya, sekarang pria di hadapannya adalah orang asing. Namun bagi Arga, ketakutan Elian adalah bentuk permohonan yang sudah ia baca sejak lama. "Kamu selalu menatapku seolah ingin dijinakkan" lanjut Arga dingin. "Jangan salahkan aku. Kamu milikku." "Aku takut, Paman... tolong lepaskan aku" rintih Elian sambil memukul lemah dada bidang Arga. Arga mengecup kening Elian, mencoba meredam gemetar tubuh pemuda itu. "Jangan menyangkal," bisiknya mutlak. "Aku tahu kamu juga menginginkanku, sedari dulu." lanjutnya... #bl #mature
All Rights Reserved
#505
romanceremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines