We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dikala Rindu [HIATUS]

Dikala Rindu [HIATUS]

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 3, 2026
WpInfo
Fiction
LGBTQIA+
Queer
Lesbian
Romance
Indu, ayo main di taman. Kita bermainq seperti kemarin lagi" ajak seorang anak "Ayo, Kala. Kita bermain pasir lagi ya" jawab seorang anak juga "Baik" Mereka menuju ke area bermain pasir di sebuah taman "Kala, bawa sekop nya?" "Bawa kok" jawab nya "Yaudah, ayo main" Mereka bermain pasir di bawah pepohonan. Pohon yang besar itu membantu melindungi mereka dari teriknya matahari saat siang hari. Angin berhembus sepoi-sepoi, menambahkan suasana yang tenang. Burung yang berkicau riang. Dan canda tawa dua anak itu "Kala, besok kita main lagi ya?" "Maaf indu, besok Kala gabisa main bareng lagi" jawabnya dengan nada yang sedih "Kenapa?" "Besok Kala harus ikut papa ke jakarta" "Jadi ini hari terakhir kita main bareng?" "Maafin Kala ya" "Gapapa kala. Yang penting pas udah besar kita harus bertemu dan main bersama lagi ya (^v^)"jawabnya dengan senyum "He'em, iya" "Janji?" Anak kecil itu mengangkat kelingking mungil nya "Janji" ia langsung menaut kan kelingnya ke kelingking anak itu "Kala, indu mau pulang ya? Udah sore, takut di cariin baba sama bunda" "Iya indu. Dadah" ia melambaikan tangan kecilnya "Dadah" Penasaraan? Ayo, baca!
All Rights Reserved
#32
delshel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • Target Si Supir [END]
  • Lysander Lowell De Villiers
  • The Pinky Boy
  • ELION (bl)
  • PROYEK SATU TAHUN
  • After the Fall
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Trouble Maker[END]
  • Tresna Kang Tinatih Ing Alas Jati

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines