"From Hell to Your Embrace"

"From Hell to Your Embrace"

  • WpView
    Reads 3,828
  • WpVote
    Votes 331
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadComplete Fri, Feb 6, 2026
Di balik senyum cerianya, Sunoo menyimpan luka dan trauma dari rumah yang penuh kekerasan. Hidupnya adalah tentang bertahan dan berpura-pura baik-baik saja. Sementara itu, Sunghoon, yang terlihat dingin dan tak peduli, sebenarnya selalu menjaga Sunoo dari jauh, menyimpan perasaan yang ia anggap salah dan berbahaya. Ketika semuanya tak bisa lagi ditahan, Sunghoon memilih melawan dan membawa Sunoo pergi dari neraka itu. Di sebuah apartemen sederhana, mereka mulai membangun hidup baru, belajar tentang rasa aman, perhatian, dan cinta yang perlahan tumbuh dari luka. Kisah ini adalah tentang dua jiwa yang terluka, saling menyelamatkan, dan menemukan rumah di dalam pelukan satu sama lain.
All Rights Reserved
#695
sunsun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • De Andere Weg (END)
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Villain's Mother
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Chasing Sanara
  • Almost Married (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines