Story cover for Luminorise by nasabiruu
Luminorise
  • WpView
    LECTURAS 1,093
  • WpVote
    Votos 157
  • WpPart
    Partes 17
  • WpView
    LECTURAS 1,093
  • WpVote
    Votos 157
  • WpPart
    Partes 17
Continúa, Has publicado ene 18
4 partes nuevas
Gunung bukan sekadar puncak yang harus ditaklukkan, ia adalah tempat orang-orang menyimpan luka, ego, dan rahasia yang tak pernah benar-benar selesai.

Sabitha datang dengan senyum yang selalu terlihat baik-baik saja, padahal di dalam dirinya ada trauma yang belum sembuh dan perasaan yang tak pernah ia ucapkan. Arash berdiri sebagai sosok pemimpin yang disiplin, dan nyaris sempurna, namun menyimpan masa lalu yang penuh celah dan pertanyaan tentang keluarganya sendiri.

Cinta di antara mereka tidak tumbuh dengan gegap gempita. Ia hadir perlahan, di sela-sela rapat KKN yang melelahkan, dibalik teguran yang terdengar tajam namun diam-diam penuh perhatian. Ada jarak yang dijaga, ada batas yang disadari, karena mereka tahu, perasaan bisa menjadi beban ketika tanggung jawab lebih dulu menuntut.

Sabitha belajar memahami bahwa ketegasan Arash bukan ketidakpedulian. Arash pun mulai menyadari bahwa ketenangan Sabitha bukan berarti ia selalu baik-baik saja. Dari percakapan sederhana di Banda Neira hingga diam panjang di malam hari, mereka saling membaca tanpa banyak kata.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Luminorise a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#247fiction
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
maybe tomorrow we'll spill more dough and sing louder  cover
Architect's Oath cover
For Research Purpose cover
Sweet Talker, Heartbreaker cover
Pregnancy, The Dandelion [✓] cover
Si Julid ARJIOON [SUDAH TERBIT] cover
DINDING TIPIS; 2025 cover
NANGGALA cover
TANPA SYARAT. cover

maybe tomorrow we'll spill more dough and sing louder

50 partes Continúa

Miko dan Dira selama ini hanyalah teman satu angkatan dan satu jurusan, yang juga kebetulan menempati unit apartmen di lantai yang sama. Interaksi mereka pun hanya sekadar saling menyapa saat tidak sengaja bertemu saat menunggu lift, atau berada di kelompok mata kuliah yang sama. Tidak pernah lebih dari itu. Tapi, bagaimana jika suatu hari bocah laki-laki berumur 4 tahun mengaku sebagai anak mereka dari masa depan?