Di Desa Kertawana, hari-hari berjalan pelan-sehangat uap kuah bakso yang selalu mengepul di sore hari. Arya terbiasa dengan semuanya: suara tawa warga, langkah kaki yang akrab, dan hidup yang tidak pernah berubah.
Sampai seseorang datang.
Raden, dengan sikap tenang dan tatapan yang sulit ditebak, perlahan menjadi bagian dari rutinitas yang sebelumnya terasa biasa. Awalnya hanya singgah. Lalu mulai menetap lebih lama dari yang seharusnya.
Di antara percakapan sederhana dan pertemuan yang tak direncanakan, ada sesuatu yang tumbuh-pelan, samar, seperti kabut yang tak langsung terlihat.
Dan tanpa mereka sadari, jarak yang dulu terasa jelas... perlahan menghilang.
Todos los derechos reservados