ππ°π ππππππ πππππππ°ππ
π±πππΊππ ππ. πΊπππ«ππ
"Jantung itu milik Velina, tapi raga itu sepenuhnya milikku."
Rasselindo Firmansyah mengira pelariannya akan berakhir dengan kebebasan. Namun, ia salah. Bagi Muhammad Khoirun Najib, Rassel bukan sekadar tunangan, melainkan sebuah 'boneka cantik' yang hidup dan tak boleh tersentuh oleh dunia luar.
Tidak ada lagi sekolah. Tidak ada lagi teman. Tidak ada lagi kebebasan. Rassel kini hanya memiliki Najib, pria yang menghancurkan mimpinya secara perlahan dengan manipulasi yang begitu halus.
Antara ancaman nyawa orang-orang yang ia sayangi dan rasa haus akan kasih sayang yang menyesatkan, Rassel mulai kehilangan jati dirinya. Apakah ini cinta, atau hanya sindrom yang membuatnya tak bisa hidup tanpa sang penyiksa?
Selamat datang di dunia di mana cinta berubah menjadi jeruji, dan kasih sayang hanyalah nama lain dari obsesi yang mematikan.
"Berlari sejauh apa pun, bunyi lonceng itu akan selalu membawamu kembali pada pelukanku."