Meet in Jogja

Meet in Jogja

  • WpView
    Reads 160
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 27, 2026
Jogja, hujan, dan Sa. Di kota yang gemar menyimpan rindu, Hatta kerap terhenti di sudut-sudut jalan yang diam-diam menyebut nama Sa. Tiga tahun lebih mereka saling mencintai, menanam janji di antara tawa dan harap. Namun waktu memilih jalan lain, cinta itu runtuh sebulan sebelum angka Empat sempat dirayakan. Kesalahan yang Hatta lakukan menjelma luka yang terus berdenyut. Dari penyesalan itu, ia belajar bahwa cinta bukan tentang memberi sebanyak mungkin, melainkan tentang hadir sepenuhnya: memahami tanpa menuntut, menghargai tanpa syarat, dan bertahan ketika keadaan tak lagi mudah. Sasa pernah berkata pelan, "Jogja adalah kita. Dan setiap hujan yang jatuh, selalu membawa pulang cerita tentang kita." Maka Hatta membiarkan dirinya larut dalam hari-hari yang gelisah. Menyusuri Malioboro di bawah langit yang basah, membiarkan hujan menghapus sisa-sisa ego yang dulu memisahkan. Di kota yang selalu memberi ruang untuk pulang, Hatta bertanya pada dirinya sendiri, apakah rindu yang setia ini cukup untuk menuntun Sa kembali ke hidupnya?
All Rights Reserved
#706
eventpensi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raport Mengubah Hidupku
  • MY EX-RIVAL
  • PERIHELION
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Hellebore
  • De Andere Weg
  • Save Us - Maxton Hall #3
  • Tsundere Maniak Susu
  • Little Prince
  • Aku Kamu dan Sastra

Judul: Raport yang Mengubah Hidupku Penulis: kanadaAn Genre: Drama, Slice of Life, Coming of Age, Sekolah, Inspiratif Nathalie bukan siapa-siapa di sekolah. Dia tidak menonjol, tidak dikenal, bahkan kadang merasa tak terlihat. Hari-harinya monoton-datang, belajar, pulang. Tapi semua berubah ketika satu catatan kecil di raportnya membuka pintu menuju perjalanan besar dalam hidupnya. Sebuah kalimat sederhana dari wali kelas menyentuh sisi terdalam dalam dirinya, membuatnya bertanya untuk pertama kalinya: apa aku benar-benar punya potensi? Di tengah rasa ragu, kesunyian, dan pencarian jati diri, Nathalie memulai langkah kecil yang perlahan mengubah cara pandangnya terhadap dunia-dan terhadap dirinya sendiri. Bersama orang-orang yang tak disangkanya, ia mulai menyadari bahwa menjadi "biasa" bukan berarti tak berarti. Ini adalah kisah tentang tumbuh. Tentang berani mengenal diri sendiri. Tentang betapa satu kalimat bisa mengubah segalanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines