MOCHI & LATTE

MOCHI & LATTE

  • WpView
    Reads 221
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 22, 2026
Anindya mendapatkan mimpi buruk, pacarnya―Jenggala―terlibat dalam kecelakaan bersamanya dan tidak terselamatkan. Namun, semua itu hanyalah mimpi belaka. Ataukah... Nyata?
All Rights Reserved
#7
fattnic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shine on You
  • THE REBEL'S BRIDE
  • love or life, yalinaa's chapter
  • Tanpa Batas Waktu
  • Real Deal
  • LUNARIA: The Commander's Secret
  • LUMINOUS ABSURDITY
  • Diantara aksi dan cinta
  • SWEET AND SOUR LØVE
  • When Perfection Met Maturity

Hai Hai... semuanyaa, ini cerita fanfiction FattNic kedua akuu. Huhuhuuuu, cerita ini terbentuk dari rasa galau, frustasi dan kebingungan aku selama menonton kisah Fattah dan Zara/Rose di Universe itu. Sooo, kali ini aku mau mencurahkan ide-ide kehaluan aku di cerita ku kali ini. Hope you Like it, Guyss?!! "Kapan Kita bisa saling berdiri sebagai KITA?" Nicole Quinnera Florenzo, sosok gadis sempurna yang hidup bak karakter fiksi yang keluar dari negeri dongeng. Kehidupannya yang nyaman telah diatur dengan sedemikian rupa hingga ia tak mengenal arti kata KESULITAN, Sampai ia muak dengan semua printilan-printilan kecil yang terjadi dalam hidupnya. Namun semua hal terasa jungkir balik setelah ia bertemu dengan cowok misterius yang baru saja muncul di sekolahnya. Fattah Nareyndra Addison, siswa pindahan dari luar negeri yang tiba-tiba muncul di SEVIT Internasional High School. Kharisma nya yang dingin dan menawan serta memiliki segudang bakat membuatnya selalu jadi pusat perhatian. Namun dibalik parasnya yang ramah, ia menyimpan banyak rahasia. Kedua insan ini memiliki sifat yang berlawanan. Nicole adalah gadis cerdas yang dingin dan kaku. Ia tak akan segan-segan melempar siapapun yang menghalangi langkahnya. Sedangkan Fattah justru kebalikannya. Dia murah senyum, mudah bergaul dan memiliki hati yang luas. Meski keduanya mendekat dengan misi dan tujuan yang berbeda, tak ada satupun dari mereka menyangka jika kata CINTA bisa hadir diantaranya dan mereka rasakan bersama. Mencoba bertahan dengan cara denial bukanlah solusi. Lantas siapa yang lebih dulu mendobrak benteng pertahanan itu? Sanggupkah mereka hadapi apapun di depan sana bersama?

More details
WpActionLinkContent Guidelines