We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Aku Mau Kamu Tahu

Aku Mau Kamu Tahu

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 23, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Ada perasaan yang tidak pernah benar-benar pergi. Ia hanya diam, bersembunyi di sudut hati, menunggu saat yang tepat untuk kembali. Bana adalah laki-laki yang hidup bersama banyak kenangan. Satu pertemuan singkat di masa lalu telah menutup hatinya begitu rapat. Ia percaya bahwa mencintai sekali saja sudah cukup, meski harus dibayar dengan kesepian yang teramat panjang dan menyakitkan. Lalu Rumi datang. Bukan sebagai jawaban, bukan pula sebagai pilihan. Ia hadir lewat kebetulan-kebetulan kecil yang berulang, pertemuan yang tampak biasa, namun perlahan mengusik dinding yang Bana bangun selama bertahun-tahun. Di antara tawa yang tertahan, percakapan sederhana, dan luka yang belum sepenuhnya reda, Bana dihadapkan pada satu pertanyaan yang tak pernah ingin ia jawab, apakah dia harus membuka hati untuk sesuatu yang baru?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines