Jejak yang Tak Pernah Pulang

Jejak yang Tak Pernah Pulang

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 30, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Ada luka yang tidak berdarah, tapi terus mengalir di dalam dada. Ada masa lalu yang tidak mengetuk, tapi masuk dan menetap tanpa izin. Nura Amatullah menjalani hidup yang tampak baik-baik saja. Ia tersenyum, mengabdi, dan berusaha ikhlas. Namun di balik ketenangannya, ada jejak-jejak lama yang belum benar-benar pulang. Tentang kehilangan, tentang rasa bersalah yang tidak ia mengerti asalnya, dan tentang seseorang yang pernah menjadikannya pusat semesta. Ini bukan kisah balas dendam. Ini kisah tentang bertahan, tentang belajar berdamai, dan tentang keberanian untuk memilih pulang kepada diri sendiri dan kepada Tuhan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stealing My Husband
  • Dua Langit Berbeda
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • MOTHER
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • ATMA FATAMORGANA
  • Unexpectedly Yours

Demi mendapatkan cinta sang suami, Katharina rela merubah dirinya sendiri menjadi orang lain. Kana sudah melakukan semuanya, merubah dirinya sendiri demi Bian, hanya agar Bian mau menatapnya dan menerima kedua anak mereka namun Bian masih terus membuat tembok besar yang sulit ia tembus. Ia sudah melakukan semua hal hingga kehilangan jati diri. Ia bersikap lebih tenang agar bisa sama seperti mantan kekasih tersayang Bian, ia berpenampilan sopan memakai rok dan gaun berwarna soft juga menggunakan make up tipis seperti perempuan tenang yang estetik dalam cerita-cerita. Ia merubah dirinya sendiri menjadi orang lain demi Bian, bahkan Kana tidak tahu apa semua yang ia lakukan ini adalah jalan terbaik ataukah ia sedang menghancurkan dirinya sendiri perlahan demi perlahan. Namun semua berubah saat kedua anaknya mendapatkan ketidakadilan yang membuat darahnya mendidih. Kana tidak lagi ingin mengalah dan menjadi orang lain, ia akan menjadi dirinya sendiri dan membalas Bian atas apa yang kedua anaknya alami. Kana akan memastikan kedua anaknya mendapatkan hak mereka dari sang Ayah. Ia akan mencuri sesuatu yang memang miliknya. Mencuri - hati, pikiran, bahkan tubuh - suaminya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines