Story cover for Rujuk! by Ladybird97
Rujuk!
  • WpView
    Reads 1,075
  • WpVote
    Votes 102
  • WpPart
    Parts 16
  • WpView
    Reads 1,075
  • WpVote
    Votes 102
  • WpPart
    Parts 16
Ongoing, First published Jan 19
Mature
14 new parts
RUJUK!
(Abimanyu & Kenanga)**
Hujan turun deras ketika Kenanga melangkah keluar dari gedung pengadilan agama sore itu. Payung tidak ada, dan ia tidak berniat mencarinya. Ia hanya ingin berjalan... menjauh dari masa lalu yang baru saja resmi diputuskan negara.
Namanya: Kenanga Arawinda.
Status barunya: janda.
Status lamanya: istri Abimanyu Wirasena
" Na..." panggilan kecil itu
Suara Abimanyu pelan, serak, menahan terlalu banyak hal yang tak terkatakan.
"...aku kangen "
Kenanga berhenti.
Hanya satu detik.
Seketika itu pula ia kembali berjalan tanpa menengok.
Karena jika ia berbalik... ia tahu hatinya tidak akan pernah benar-benar bisa pergi dari pria itu.
All Rights Reserved
Sign up to add Rujuk! to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
How To Hate You cover
The Butterfly Effect: Moonbeam's Flutter cover
Unwanted Vows cover
Se-rayu dan Se-Ruangnya cover
Turning Page cover
MAKE IT RIGHT cover
Maybe, If You Love Me || END✓ cover
Goodbye, Hello? cover
The Silent Pact cover
(Si)Alan Ini Cinta cover

How To Hate You

21 parts Ongoing Mature

[SERI #1 PUMPKIN SPICE ] Galuh Puspahiang Sudjadi tidak pernah berencana jatuh hati pada siapapun. Maksudnya, dalam kurun waktu dekat yang tak dapat dipastikan sampai kapan. Terutama bukan pada dia. Apoteker shift malam di rumah sakit swasta besar itu sudah cukup sibuk dengan hidup yang berantakan; keluarga yang menuntut, masa lalu yang seakan mengejar dengan tekanan, dan hati yang benar-benar tidak pernah pulih. Rutinitas monoton sederhana sudah cukup baginya. Bekerja, pulang, tidur. Ulang lagi. Kedatangan yang seakan mengusi jiwa dari seorang dokter bernama lengkap Abisatya Bahar Cahyadi bagai badai yang meluluhlantakkan kekokohan miliknya. Pertemuan pertama mereka buruk. Pertemuan kedua lebih buruk. Pertemuan ketiga? Bencana.