8.5 no kimi

8.5 no kimi

  • WpView
    Reads 111
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 26, 2026
Ren adalah siswa pendiam yang terbiasa hidup di sudut kelas, tanpa banyak teman dan tanpa banyak cerita. Sampai suatu hari dia mulai mengenal Ayaka Hanami. Ayaka selalu terlihat ceria, populer, dan dikelilingi banyak orang. Berbanding terbalik dengan Ren yang hanya punya satu teman. Namun dari momen-momen kecil- kerja kelompok, pertemuan tak sengaja di luar sekolah, hingga sebuah hadiah ulang tahun berupa boneka kelinci pink- hubungan mereka perlahan berubah. Tapi di balik senyum Ayaka yang selalu terlihat bahagia, ternyata ada kenyataan yang tidak pernah Ren bayangkan. Ketika kebenaran itu terungkap, Ren harus memutuskan satu hal: tetap menjadi siswa pendiam yang hanya melihat dari jauh, atau berani melangkah maju untuk membantu Ayaka. Ini adalah cerita tentang cinta pertama, keberanian kecil, dan dua orang yang perlahan menemukan arti sebenarnya dari kebahagiaan. BACA SEKARANG dan ikuti perjalanan Ren & Ayaka! Jangan lupa tekan bintang (VOTE) ⭐ di setiap bab kalau kamu suka cerita ini! Dukungan kalian sangat berarti buat author lanjutin cerita ini sampai tamat.
All Rights Reserved
#591
firstlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Imperfect Señorita
  • Where They All Look At [ END ]
  • Nala dan Mas Juragan
  • Almost Married (END)
  • NINGRUM
  • R É G A L I S
  • Kembang Desa
  • SECOND TASTE
  • Kesayangan Mas Juragan!
  • Hot girl

"Temani Saya" 2 kata yang selalu terucap setiap 3 kali dalam seminggu dan selalu tetap seperti robot yang telah mendapatkan pemrograman. Tak ada cinta bagi Axel, dirinya hanya berlindung dalam kalimat "Saya hanya menyukai tubuhmu". "Kita fasih mendesah dalam gelap, tetapi bisu soal cinta dalam terang. Dan cemburu adalah satu-satunya bahasa jujur yang akhirnya berani kita ucapkan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines