Ismiev Mavedille tak percaya dengan cinta yang tidak memerlukan alasan seperti yang dikatakan pemuda pintar berponi di kelasnya. Selalu mengejar dan ia tak memedulikan, tetapi kembali berjuang meski ia patahkan berulang. Tak ada habisnya hingga ia jera. Sedangkan, Asta Fazal Musyary tak akan menyerah begitu saja sebelum merasa puas. Ia percaya, bahwa tempat ia berlabuh adalah perempuan cuek yang keras kepala di kelasnya. Ia berusaha untuk dilihat, diakui, atau bahkan dicintai. Mereka bersinggungan dan tak dipersatukan. Memiliki perbedaan yang mematahkan. Memiliki impian yang tak sejalan. Memiliki pikiran yang tak pernah terbacakan. Mereka tak akan pernah sama jika salah satunya tak menemukan tujuan yang serupa. Lantas, bagaimana mereka memecahkan semua keliru itu? /GIRL TURN LEFT BOY TURN RIGHT [15+] ©2024 by ismimd_
Karagdagang detalye