Easy Peasy

Easy Peasy

  • WpView
    Membaca 2,504
  • WpVote
    Vote 421
  • WpPart
    Bab 23
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir sekitar 3 jam yang lalu
Semua berawal dari kekaguman sang ayah terhadap sosok lelaki bernama Arkana Wirayuda. Alice yang sering membuat onar, hingga tak mampu mendapatkan kepercayaan ayahnya, harus menerima pil pahit berupa perjodohan. Namun, Alice tak tinggal diam. Ia bertekad untuk membawa seorang pria ke hadapan sang ayah dan membuktikan bahwa ia mampu memilih sendiri pasangan hidupnya kelak. Hanya saja, takdir seolah terus mempermainkan dirinya. Dan kesialan semakin sering berdatangan. Alice jadi bertanya-tanya, apakah ini adalah karma atas segala kenakalannya sejak remaja? *** Copyright © by: ruangbicara. Senin, 19 Januari 2026
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Drizzle
  • Setelah Menikah
  • Play Pretend
  • Hacked Heart
  • CHANDANI
  • a piece of peace
  • Havara! ✓
  • Sepenuh Hati
  • (un)Broken Marriage
  • Unstoppable Desire
Drizzle

Aku baik-baik saja, tapi kenapa aku tidak bahagia? - Laksita Jovanka Wibowo, 26 tahun, arsitek Apa yang aku lakukan ini salah? Di pasal mana aku melanggar komitmen? - Ganindra Sabiru Hernowo, 35 tahun, notaris. Mereka menikah bukan karena perjodohan. Mereka hanya dikenalkan. Setelah empat bulan pendekatan dan merasa cocok, mereka secara sadar memutuskan untuk menikah enam bulan kemudian. Baik Gani maupun Sita sepakat bahwa mereka cukup dewasa untuk memahami kalau pernikahan adalah sebuah transaksi fungsional. Tidak masalah kalau pernikahan mereka dilandasi alasan praktis. Dan sepakat cinta dan kasih sayang akan tumbuh dan berkembang dalam hubungan yang halal dan bertanggung jawab. Lalu kenapa setelah beberapa bulan, Sita merasa sangat tidak bahagia? Dan Gani juga bingung salahnya di mana? Konflik tak kasatmata ini akhirnya membuat mereka sadar bahwa bukan hanya hujan badai yang bisa menghancurkan sesuatu. Namun hujan kecil yang terus-menerus membasahi pun berpotensi membuat seseorang sakit perlahan-lahan dan berujung kehancuran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan