The Sovereign Encryption

The Sovereign Encryption

  • WpView
    Reads 8,184
  • WpVote
    Votes 723
  • WpPart
    Parts 60
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 25, 2026
Di lantai 12 sebuah apartemen elit Jakarta, dua unit bertetangga menyimpan rahasia terbesar di bidangnya masing-masing. Mereka tinggal berseberangan selama bertahun-tahun tanpa pernah saling mengenal, hingga sebuah takdir memaksa hukum dan siber bertabrakan dalam satu garis frekuensi. Bryan Malik Hartigan (34) adalah sang "Singa Hukum". Pengacara kondang dengan rekor kemenangan mutlak yang dikenal dingin, kaku, dan memiliki kontrol penuh atas segalanya. Baginya, hidup adalah deretan pasal yang harus ditaati dan wilayah yang harus dilindungi dengan otoritas tanpa kompromi. Quinn Janessa Nainara (29) adalah seorang Cybersecurity Analyst. Seorang ahli siber senior yang bergerak di balik layar sebagai benteng pertahanan digital Microsoft. Hidup dalam barisan kode dan enkripsi, Naina adalah wanita jenius yang tak tersentuh, menganggap dunia luar hanyalah sistem lain yang bisa ia retas. Ketika hukum menuntut keterbukaan, dan enkripsi menuntut kerahasiaan, satu-satunya celah yang tak bisa mereka amankan adalah perasaan masing-masing. Cerita ini sepenuhnya fiksi. Nama perusahaan dan tempat digunakan hanya sebagai latar dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rabu
  • The Marriage Conspiracies [END]
  • Revision Needed: Our Past! [END]
  • Panggilan Darurat
  • Reclaiming Love
  • Baker with Love
  • Honey-Coated Dreams
  • Rahasia Marhara
  • Creative Tension; Arsen & Alena
  • SHARED LINK
Rabu

Jena percaya, waktu bisa menyembuhkan segalanya. Termasuk perpisahan dengan mantan tunangannya yang meninggalkan luka tanpa segera mencari penawar. Sakit itu tidak berisik, tidak juga meledak, tapi justru lukanya semakin dalam saat Jena abaikan. Jena mengubur diri dalam pekerjaan. Menumpuk hari dengan kesibukan, sampai lelah terasa lebih aman daripada harus merasakan apa pun. Sampai sebuah jebakan kecil dirancang sahabatnya, hanya untuk keluar dari cangkang yang sudah lama mengukung. Namun, jebakan itu membawa Jena pada sebuah petualangan baru, bersama teman sekolah yang sudah belasan tahun tidak bertemu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines