haiii ini cerita kedua ku jangan lupa vote dan coment yah
happy Reading 🫶🫰
.・゜゜・.・゜゜・.・゜゜・.・゜゜・
Di balik gerbang Pondok Pesantren Baitul 'Asyiqin, takdir mempertemukan dua hati yang tampak berlawanan, namun diam-diam saling melengkapi.
Narez Ammar Ghifari Al-Husain adalah lelaki yang hidup dalam disiplin, tanggung jawab, dan batas-batas yang ia bangun sendiri. Dingin, datar, dan tak suka mencampuri urusan orang lain kecuali keluarganya, terutama dua adik kembarnya, Fathan dan Biya, yang ia lindungi sepenuh hati. Sebagai pemimpin pesantren di usia muda, CEO perusahaan keluarga, sekaligus dosen dan ustadz, Ammar telah lama menganggap cinta sebagai gangguan, bukan tujuan
Hingga hadir Nayesha Qanitha Shafiyyah atau biasa dipanggil Esha mahasiswi ceria yang datang untuk KKN di Baitul 'Asyiqin. Hangat, lembut, dan penuh empati, Esha memiliki cara unik membuat orang merasa dilihat dan dihargai. Ia mengajar anak-anak mengaji dengan penuh kesabaran, membawa ketenangan bagi siapa pun yang berada di dekatnya, dan menebarkan kebaikan tanpa pamrih
Di antara lantunan ayat, kesibukan pesantren, dan doa-doa yang terucap dalam sunyi, keduanya perlahan saling mempengaruhi. Bukan dengan janji manis atau pertemuan dramatis, melainkan melalui akhlak, ketulusan, dan kehadiran yang konsisten
Namun, menyatunya dua dunia ini tidaklah mudah. Ammar bergulat dengan tembok yang ia bangun sendiri, sementara Esha belajar menyeimbangkan perasaannya dengan batas-batas syariat. Di tengah dukungan sahabat-sahabat mereka Naila, Husna, Faris, dan Arka serta bayang-bayang keluarga masing-masing, mereka harus memilih, bertahan dalam zona aman, atau melangkah bersama menuju ridha-Nya
Karena cinta yang paling indah bukanlah yang tergesa-gesa, tetapi yang tumbuh dalam ketaatan, diuji oleh kesabaran, dan dimantapkan oleh doa.
Di Baitul 'Asyiqin, dua insan ini belajar bahwa pertemuan mereka bukan sekadar kebetulan tetapi bagian d
Todos los derechos reservados