We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Aku Yang Masih Menyimpan Namamu

Aku Yang Masih Menyimpan Namamu

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 19, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Genre: Romance | Friendship | Slice of Life | Sad Romance Ada perasaan yang tumbuh diam-diam. Tak pernah disuarakan, tak pernah diminta untuk dibalas. Zaki dan Raina tumbuh bersama dalam persahabatan yang sederhana-tertawa, berbagi cerita, dan saling menemani di hari-hari biasa. Namun, di balik kebersamaan itu, Zaki menyimpan rasa yang tak pernah ia ucapkan. Ia memilih diam, karena mencintai sahabatnya berarti siap kehilangan segalanya jika perasaan itu terungkap. Raina, dengan dunianya yang cerah dan bebas, tak pernah menyadari bahwa ada hati yang selalu memilihnya, bahkan saat ia tak meminta apa-apa. Baginya, cinta hanyalah cerita-bukan sesuatu yang harus ia genggam. Novel ini adalah kisah tentang cinta yang dipendam, tentang keberanian yang kalah oleh ketakutan, dan tentang nama yang tetap tinggal di hati meski tak pernah disebutkan. Karena tidak semua cinta harus dimiliki. Sebagian hanya disimpan... dan dikenang. Karya : Ilma Nur Padilah
All Rights Reserved
#581
rela
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Salah Status [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines