DUDA
  • WpView
    Reads 1,372
  • WpVote
    Votes 227
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 4, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"Ya udah, ayok mau pake gaya apa? Jangan bertele-tele, Mas!" "Dasar bocil sombong. Nanti nangis mau ngadu ke siapa?" Aku Manuella Roverline atau Nuel, terpaksa menikah dengan seorang duda muda, karena desakan Ibu yang membutuhkan uang untuk pengobatan Kakakku. Mungkin lebih tepatnya, aku hanya berstatus sebagai Istri Rahasia karena pernikahan kami sangat disembunyikan. Fabian Altheza. Namanya begitu gagah, sama seperti orangnya. Tapi...rupa dan nama sangat berbanding terbalik dengan, sikapnya. Pria itu sangat dingin, seperti kanebo difreezer-in! Kaku. Keras kepala. Keras hati. Pokoknya yang keras-keras, semua ada pada dirinya. Sudah hampir tiga bulan, kami menikah dan belum sekalipun dia menyentuhku. Bahkan, aku hampir tak pernah melihatnya. Hingga suatu waktu, di bulan ketiga pernikahan, sesuatu yang mendebarkan terjadi. Ya, ternyata dia hanya menunggu momen yang tepat. "Menjadi milikku, berarti siap dengan aturanku." -Fabian Altheza. "Aturan permainan kawin-kawinan atau beneran?" -Manuella Roverline. Apa benar, Fabian menginginkan aku sebagai istrinya, atau hanya sebatas pelampiasan karena masih denail dengan mendiang istrinya? Apa alasan dia menikahiku? Tidak ada wanita yang ingin hidup sebagai second choice ataupun pelarian. Semua wanita ingin diratukan, begitu juga denganku. Bagaimana kisah Kanebo freezer dan tabung gas mini? Ikuti kisah kusut kami, sekarang>>>
All Rights Reserved
#862
freyajkt48
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines