Shi Woon Yi adalah pemuda sederhana yang tumbuh di panti asuhan. Sejak remaja ia bekerja tanpa banyak mengeluh sebagai pelayan dan tukang cuci piring di kafe kecil, hidup irit, menabung demi membantu ibu panti dan memperbaiki atap panti asuhan yang ia anggap rumah. Baginya, bertahan hidup dengan tenang sudah cukup, tanpa kemewahan, tanpa meminta.
Di sisi lain, Park Ethan hidup dalam kemewahan yang dingin. Seorang CEO dua perusahaan besar sekaligus top model papan atas, ia tumbuh dengan pandangan sinis terhadap dunia, yakin semua orang mendekat karena harta dan nama. Senyumnya jarang muncul, bahkan di hadapan keluarganya sendiri.
Takdir mempertemukan mereka lewat sebuah kejadian tak terduga. Woon Yi dua kali menyelamatkan seorang wanita , dari kecelakaan mobil dan serangan pencuri. Wanita itu adalah Madam Kang, ibu Ethan. Merasa berutang nyawa, Madam Kang membuat keputusan gila: membalas budi bukan dengan uang, melainkan dengan pernikahan.
Woon Yi menerima pernikahan itu tanpa tuntutan apa pun, memilih pergi demi masa depan panti asuhan. Pernikahan mereka pun dimulai tanpa cinta dan tanpa janji. Di rumah megah yang terasa asing, Ethan tetap dingin dan menjaga jarak, sementara Woon Yi hidup dengan sikap "menumpang," menolak kemewahan dan tetap menyisihkan uang seolah suatu hari harus pergi lagi.
Sikap Woon Yi yang tak pernah meminta apa pun justru perlahan mengguncang Ethan. Untuk pertama kalinya, ada seseorang di sisinya yang tidak menginginkan apa pun darinya.
Namun perbedaan dunia, tekanan keluarga, gosip media, dan masa lalu yang belum selesai menguji hubungan mereka. Di tengah pernikahan tanpa cinta itu, Woon Yi belajar bahwa menerima tidak berarti harus terus menghilangkan dirinya sendiri.
Dan di antara jarak, sunyi, dan kebersamaan yang canggung, perasaan mulai tumbuh-perlahan, tenang, tapi nyata.
Mungkin, di sanalah awal dari keluarga yang tak pernah mereka rencanakan.
All Rights Reserved