Hanya sepenggal cerita dari seorang gadis yang melewati masa sulit dalam dirinya, gemuruh lantang di kepala nya begitu berisik sehari-harinya terutama pada waktu malam
Telinganya sering berdengung dan tidak mengenal tempat, gemuruh sorak bagai petir itu kembali mengisi kekosongan di kepalanya yang terlihat hanya diam kaku tanpa suara.
Keheningan tercipta, sorot matanya sangat sendu, tidak ada senyuman, tidak ada suara apapun kecuali helaan nafas pelan darinya.
Hening? Hanya tempatnya saja
Ia bisa bersuara layaknya seorang manusia biasa, namun semakin hari ia hanya menyadari satu hal "Tidak ada satupun yang ingin mendengarkan ku, bahkan ibu ku dan juga kekasih ku"
Memilih membisu dalam segala hal, Dira hanya ingin lelahnya di dengarkan bukan di samakan di rendahkan di caci maki dan di anggap menjual kesedihan, ia hanya mengikuti kata otak nya tanpa ingin memikirkan kondisi hatinya lagi, ia lelah menyuarakan keadaan dirinya
Dan berujung dengan diam.
"Ternyata bukan hanya suara ku aja, Tapi kehadiran ku juga sebuah kesalahan dan kepergian ku tidak pernah dirindukan oleh siapapun. Rasa cemas ku di abaikan, kepedulian ku dianggap tidak masuk akal, amarah ku dinilai tidak beradab, Pembelaan ku dianggap tidak wajar dan menentang, diam ku juga dinilai karena egois, Pekerjaan yang kulakukan dinilai salah, tidak bekerja aku dikatakan tidak bisa bakti. Lalu aku harus ambil jalan yang mana? Jika semua suara ku kalian bungkam?"
- Nadira kencana putri nebula -
• 20 April 2026
All Rights Reserved