- TAKDIR PERTAMA
Alicha Eissensia, nama yang terdengar manis bukan? Di lihat dari tampangnya juga, gadis itu sangat cantik memiliki tubuh idaman seluruh wanita namun perbedaannya ada pada tatapan tajam yang seolah mampu menusuk siapa saja.
Alicha memandang nanar tangannya yang di borgol dengan besi, ia duduk di sebuah kursi sendirian, tanpa seorang pengacara karena ia tahu bahwa percuma menyewa pengacara sebab pihak kepolisian sudah menemukan semua bukti dari kejahatan yang ia lakukan.
Jadi, mengaku saja lebih baik bukan?
"Tersangka di nyatakan mendapatkan hukuman mati, pengeksekusian akan dilakukan satu minggu kemudian."
Sepanjang perjalanan Alicha hanya melamun, sembari menatap tangannya yang di borgol. Dua polisi yang menjaganya terus menatapnya seolah jika memalingkan diri, Alicha akan hilang dari pandangan mereka.
"Hah.."
BRUK!
Hal itu terjadi begitu cepat membuat Alicha tentu saja bingung, masih memproses semuanya saat ia melihat benda-benda dan dua polisi yang ada di dalam kini terombang-ambing, begitu juga dengan dirinya.
Ia bisa merasakan jika kepalanya kini berdarah akibat tabrakan tersebut, saat mereka telah terjun ke dalam jurang, mobil tersebut mengeluarkan asap, Alicha meringis sembari memegangi kepalanya yang pusing. "Aish, sial."
Gadis itu segera membuka pintu belakang dan keluar dari sana dengan cara merangkak, di sambut oleh seseorang yang ia kenali.
"T-tuan Eliot.."
DOR!
***
Hallo! It's me, Rhey!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang