We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
STUDI KASUS : AKU

STUDI KASUS : AKU

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 19, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Bimala bukan perempuan yang mudah membuka diri secara emosional. Banyak yang bilang Bimala itu aneh Sefrekuensi membuat Bimala merasa aman. Ia menemukan rumah dalam obrolan yang nyambung, perhatian pada hal kecil tentang dirinya dan seseorang yang benar-benar mengerti isi kepalanya tanpa banyak perlu penjelasan. Selama bertahun-tahun, satu pria menjadi tempat paling aman baginya, pendengar terbaik, teman diskusi paling cocok. Orang yang selalu tahu apa yang ia rasakan. Namun bagaimana jika perhatian, empati, dan ingatan hal hal kecil tentang dirinya itu bukan karena rasa, melainkan karena ia menarik untuk dipahami? dan kedekatan ternyata lahir dari ketertarikan intelektual. Studi Kasus Aku adalah kisah tentang kedekatan yang tumbuh terlalu rapi, terlalu logis, hingga melupakan satu hal paling penting-perasaan yang saling memilih. Happy reading guys
All Rights Reserved
#35
eleanor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Salah Status [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines