36 capitole Complet "Kadang Tuhan mempertemukan dua hati bukan untuk saling memiliki segera, tapi untuk saling mengingat bahwa cinta juga bisa lahir dari doa yang sederhana"
Alea tak pernah tahu kenapa langkahnya hari itu terasa ringan menuju gereja padahal ia paling malas kalau disuruh ikut ibadah
Namun di sanalah, di antara cahaya lilin dan wangi dupa yang samar, matanya bertemu dengan sosok yang membuat waktu seolah berhenti. Nara Celestine De Veritas.
Dari senyum kecil di antara jemari yang berdoa, dari tatapan yang terlalu tenang untuk diabaikan, cinta itu tumbuh diam-diam
Lucu, canggung, tapi hangat-seperti doa yang pelan-pelan naik ke langit tanpa pernah mereka sadari sedang saling bertaut di ujungnya
Tapi tidak semua doa di jawab dengan cara yang mudah. Ada yang dijawab lewat kehilangan, lewat air mata, bahkan lewat mimpi yang terasa terlalu nyata untuk sekadar bunga tidur.
Namun, jika cinta mereka benar lahir dari doa yang sama -mungkin, pada akhirnya, semesta akan tetap menuntun mereka untuk pulang satu sama lain.💒